YPPH Bangun Kampus Baru Sekolah Pelita Harapan di Pluit, Siap Tampung 1.200 Siswa
Kredit Foto: Istimewa
Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan kampus permanen baru Sekolah Pelita Harapan (SPH) Pluit, Jakarta Utara pada 2 Juni 2026, sebuah tonggak penting dalam perjalanan pertumbuhan salah satu sistem sekolah Kristen internasional terkemuka di Indonesia.
Acara peletakan batu pertama pembagunan SPH ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, dan Gubernur Daerah Khusus Jakarta,
Dalam kesempatan itu para pemimpin YPPH dan SPH menegaskan bahwa pembangunan kampus baru ini merupakan wujud komitmen jangka panjang untuk menghadirkan pendidikan Kristen internasional yang unggul, berpusat pada Kristus, dan relevan bagi kebutuhan generasi masa depan Indonesia. Mereka juga menyampaikan rasa syukur atas dukungan berbagai pihak yang telah memungkinkan terwujudnya tonggak penting ini.
Sementara itu Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti dalam sambutanya menyampaikan pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi bangsa. “Saya setuju bahwa pendidikan adalah tentang investasi sumber daya manusia. Ini bukan hanya tentang pembangunan fisik sekolah, tetapi yang lebih penting adalah membentuk karakter generasi masa depan kita dan memastikan bahwa bangsa kita dibangun dengan kuat.”
Kampus baru SPH Pluit berdiri di atas lahan seluas sekitar 2,2 hektare di kawasan strategis yang berdekatan dengan Lippo Mall Pluit. Pembangunannya ditargetkan selesai pada Desember 2027 dan diharapkan dapat mulai beroperasi pada Januari 2028.
Disebutkan bahwa kampus yang baru ini akan mampu melayani siswa dari jenjang Kindergarten hingga Grade 12 dengan kapasitas total sekitar 1.200 siswa.
Seperti diketahui, SPH Pluit pertama kali berdiri pada tahun 2014 dan sejak itu berkembang menjadi salah satu sekolah internasional yang paling dihormati di Jakarta Utara.
Dalam aktivitas pengajaran, SPH menggunakan kurikulum Cambridge dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama, sekolah ini mengalami pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan selama lebih dari satu dekade.
Saat ini SPH Pluit melayani sekitar 500 siswa dan telah mencapai kapasitas penuh, dengan daftar tunggu yang terus bertambah setiap tahunnya.
Sejak awal, kampus yang saat ini beroperasi di kompleks Lippo Mall Pluit memang dirancang sebagai lokasi sementara sambil menantikan pembangunan kampus permanen. Namun proses perizinan dan persetujuan pembangunan lokasi baru tersebut memerlukan waktu hampir 12 tahun untuk diselesaikan.
“Anugerah Tuhan yang luar biasa setelah bertahun-tahun perencanaan, doa, dan ketekunan, akhirnya seluruh perizinan yang diperlukan dapat diselesaikan sehingga pembangunan ini dapat dimulai,” ujar Jonathan Parapak, Presiden YPPH. “Karena itu, peletakan batu pertama ini bukan sekadar dimulainya pembangunan fisik, melainkan juga kesaksian tentang kesetiaan Tuhan, kesabaran, dan visi yang terus dijaga selama bertahun-tahun.”
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi
Tag Terkait: