Ekonomi Digital Tumbuh Pesat, Ancaman Zombie Account Mengintai Perusahaan
Kredit Foto: Unsplash/Mohammad Rahmani
Laporan Data Breach Investigations Report Verizon menunjukkan serangan berbasis kredensial masih menjadi salah satu metode utama akses awal pelaku kejahatan siber secara global. Sementara itu, riset IBM mencatat rata-rata biaya kebocoran data di kawasan ASEAN mencapai US$3,67 juta pada 2025.
Temuan SailPoint juga menunjukkan 57% organisasi secara tidak sengaja memberikan akses berlebih kepada identitas mesin, sedangkan 60% menghadapi tantangan kepatuhan akibat lemahnya tata kelola identitas tersebut.
Salah satu risiko yang menjadi perhatian adalah keberadaan zombie account, yaitu identitas mesin yang masih aktif meskipun sudah tidak digunakan. Akun semacam ini kerap lolos dari proses audit dan berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku serangan untuk mengakses sistem perusahaan.
Baca Juga: Nezar Patria Tegaskan AI Tak Boleh Ancam Demokrasi
Baca Juga: Perluas Pangsa Pasar, Perusahaan AI Asal Indonesia Ekspansi ke Amerika Serikat
Menurut Eric, kondisi tersebut membuat pengelolaan identitas mesin tidak lagi dapat diposisikan sebagai isu teknis semata, melainkan bagian dari strategi perlindungan aset digital dan keberlanjutan ekonomi digital.
Dengan jumlah identitas mesin yang kini melampaui identitas manusia di banyak organisasi, perusahaan dinilai perlu memperkuat otomatisasi dalam proses identifikasi, klasifikasi, pengelolaan akses, hingga pengawasan terhadap ribuan akun mesin yang digunakan dalam operasional bisnis.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: