Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Ada Alasan untuk Semua,' Amerika Akui Lakukan Serangan Meski Ada Gencata Senjata dengan Iran

'Ada Alasan untuk Semua,' Amerika Akui Lakukan Serangan Meski Ada Gencata Senjata dengan Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menilai insiden saling serang yang masih terjadi antara Iran dan Amerika Serikat tidak serta-merta menandakan gagalnya gencatan senjata yang tengah berlangsung.

Trump bahkan menyebut dinamika konflik di Timur Tengah memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan standar gencatan senjata di wilayah lain dunia. Ia mengatakan bahwa konsep gencatan senjata di kawasan Timur Tengah tidak selalu berarti penghentian total aksi militer.

Baca Juga: Diakui Netanyahu, Israel Ternyata Kebingungan Mengakhiri Perang Iran dan Amerika

"Di bagian dunia itu, gencatan senjata berarti ketika tembakan dilakukan dengan pola yang lebih moderat," kata Trump, dikutip Kamis (4/6).

Pernyataan tersebut muncul setelah laporan serangan pesawat nirawak Iran yang menargetkan Kuwait dan Bahrain, dua negara sekutu dekat Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Kementerian Luar Negeri Kuwait sebelumnya melaporkan satu orang tewas dan sedikitnya 63 orang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Di saat yang sama, militer Amerika Serikat juga melancarkan serangan ke Pulau Qeshm milik Iran setelah ketegangan kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, Trump tidak melihat insiden tersebut sebagai tanda runtuhnya proses perdamaian yang sedang berlangsung.

Menurut dia, aksi balasan yang dilakukan Iran masih dapat dipahami dalam konteks dinamika konflik di kawasan tersebut.

"Ada alasan untuk semuanya. Kami menyerang mereka cukup keras pada malam sebelumnya dan juga tadi malam," ujar Trump.

Trump bahkan mengisyaratkan bahwa tindakan Iran kemungkinan merupakan respons terhadap operasi militer Amerika yang dilakukan sebelumnya.

"Sebagian orang akan mengatakan mereka sedikit terprovokasi karena kami mengambil tindakan yang kuat untuk alasan lain. Jadi mereka membalasnya," katanya.

Pernyataan itu menunjukkan Gedung Putih masih berupaya mempertahankan optimisme terhadap proses negosiasi yang sedang berjalan meskipun insiden militer terus terjadi.

Trump mengaku tetap yakin pembicaraan antara Washington dan Teheran menunjukkan perkembangan positif.

"Saya tahu negosiasinya berjalan sangat baik," ujarnya.

Ia juga membuka kemungkinan tercapainya kemajuan baru dalam proses diplomasi dalam beberapa hari ke depan.

"Kalau terjadi, mungkin akan terjadi pada akhir pekan ini," kata Trump.

Baca Juga: Kewenangan Trump Akan Dipangkas, Kongres Amerika Muak dengan Kekacauan Perang Iran: Sudah Cukup!

Komentar Trump tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana pemerintahannya mencoba memandang bentrokan bersenjata yang masih terjadi sebagai bagian dari realitas politik dan keamanan Timur Tengah, bukan sebagai kegagalan total dari upaya gencatan senjata yang tengah dirintis.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar