OJK Pastikan Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global
Kredit Foto: Azka Elfriza
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga meskipun perekonomian global masih dibayangi tekanan inflasi, volatilitas pasar keuangan, serta ketegangan geopolitik yang berlanjut di kawasan Timur Tengah.
"Rapat dewan komisioner OJK menilai bahwa stabiltas sektor jasa keuagan terjaga," kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam konferensi pers, Jumat (5/6/2026).
Kiki menuturkan, konflik kawasan Timur Tengah yang berlanjut saat ini menyebabkan harga energi tetap tinggi dan meningkatkan tekanan inflasi global. Kondisi ini memperkuat ekspektasi suku bunga global yang lebih tinggi dan waktu yang lebih lama.
"Sehingga mendorong kenaikan yield obligasi pemerintah berbagai negara," ungkap wanita akrab disapa Kiki tersebut.
Kiki mengatakan di tengah kondisi tersebut perekonomian global masih menunjukkan ketahanan aktivitas, di mana manufaktur global masih berada di zona ekspansi. Namun tekanan inflasi mulai di Amerika Serikat mulai mempengaruhi.
"Perkembangan tersebut meningkatkan ketidakpastian arah kebijakan moneter global, serta volatilitas pasar keuangan, terutama aliran modal ke negara berkembang, tentunya termasuk ke Indonesia," ungkap dia.
Di tengah kondisi global tersebut, OJK mencatat aktivitas ekonomi domestik masih menunjukkan ketahanan meskipun terdapat sejumlah indikator yang bergerak bervariasi.
Dari sisi penawaran, kinerja sektor manufaktur kembali ekspansif di Merode Mei 2026. Dari sisi permintaan, aktivitas ekonomi domestik relatif terjaga dengan inflasi yang meningkat pada Mei 2026 seiring tekanan harga energi global, namun masih di level terkendali.
Baca Juga: Belajar dari Kasus Masa Lalu, OJK Minta Perusahaan Asuransi Perkuat Modal dan Cadangan Klaim
Baca Juga: OJK Khawatir Utang Paylater Makin Menggunung, Siap Keluarkan Aturan Pembatasan
Selain itu, kinerja sektor eksternal Indonesia masih mencatatkan surplus perdagangan, meskipun nilainya mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
"Sementara itu, neraca perdagangan masih mencatatkan surplus meskipun menurun dibandingkan periode sebelumnya."
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: