Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Proyek Tanggul Laut Raksasa Dimatangkan, Ini Kata AHY

Proyek Tanggul Laut Raksasa Dimatangkan, Ini Kata AHY Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah terus mematangkan rencana pembangunan Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall yang akan membentang sepanjang 575 kilometer di Pantai Utara (Pantura) Jawa. Proyek strategis tersebut diproyeksikan menjadi langkah jangka panjang untuk melindungi kawasan pesisir dari berbagai ancaman lingkungan yang semakin meningkat akibat perubahan iklim.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, pemerintah saat ini masih menyempurnakan desain pembangunan Giant Sea Wall sebagai bagian dari agenda perlindungan pesisir yang lebih luas, khususnya di wilayah Pantura Jawa.

Menurut AHY, proyek tersebut tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur perlindungan fisik dari ancaman laut, tetapi juga bertujuan menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir, melindungi mata pencaharian, serta memastikan keberlanjutan ekosistem sosial dan ekonomi di kawasan tersebut.

“Indonesia sedang mematangkan rencana pembangunan Giant Sea Wall sebagai bagian dari agenda perlindungan pesisir yang lebih luas, utamanya di wilayah Pantura Jawa. Langkah ini bukan sekadar menghadirkan perlindungan fisik, tetapi juga menjaga denyut nadi kehidupan masyarakat, melindungi mata pencaharian, serta memastikan keberlanjutan ekosistem sosial dan ekonomi di kawasan pesisir,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (5/6/2026) dikutip dari ANTARA.

Pembangunan Giant Sea Wall menjadi salah satu respons pemerintah terhadap meningkatnya ancaman perubahan iklim. AHY menilai berbagai bencana seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kenaikan muka air laut, hingga penurunan muka tanah di sejumlah wilayah pesisir memerlukan langkah mitigasi yang terukur dan berjangka panjang.

Ia mengungkapkan bahwa perkembangan proyek tersebut telah dilaporkan kepada Presiden dan akan terus dikawal sepanjang 2026. Pemerintah berharap kesiapan pelaksanaan proyek semakin matang pada 2027.

“Saya sudah menyampaikan dan melaporkan kepada Pak Presiden kita masih mengawal proyek ini di tahun 2026, dan mudah-mudahan pada 2027 pelaksanaannya semakin matang,” kata AHY.

Giant Sea Wall merupakan bagian dari rencana jangka panjang pemerintah untuk mengatasi banjir rob, penurunan muka tanah, serta kenaikan permukaan air laut yang semakin mengancam kawasan pesisir, terutama di Pantura Jawa. Gagasan pembangunan tanggul laut ini telah lama dibahas dan kembali mendapatkan perhatian seiring meningkatnya risiko perubahan iklim di wilayah yang padat penduduk dan aktivitas ekonomi tersebut.

AHY menyebutkan sekitar 50 juta penduduk tinggal di kawasan yang direncanakan mendapat perlindungan dari proyek ini. Karena itu, pemerintah memandang perlunya langkah perlindungan yang komprehensif terhadap berbagai ancaman lingkungan yang terus berkembang.

Sejumlah wilayah seperti Teluk Jakarta, Semarang, Demak, dan Kendal menjadi kawasan yang menghadapi risiko tinggi akibat kombinasi kenaikan muka air laut dan penurunan permukaan tanah yang memperburuk ancaman banjir rob.

Selain aspek perlindungan pesisir, proyek Giant Sea Wall juga dirancang untuk mendukung ketahanan pangan, menjaga kawasan industri, serta melindungi jutaan masyarakat yang tinggal di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa.

AHY juga menilai proyek tersebut membuka peluang kolaborasi internasional yang luas, mulai dari rekayasa pesisir, teknologi perlindungan pantai dan penghalang laut, sistem operasi dan pemeliharaan, hingga penelitian dan pengembangan bersama.

Menurutnya, tantangan global akibat perubahan iklim tidak cukup dihadapi melalui komitmen dan pernyataan semata, melainkan membutuhkan langkah konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca Juga: Dari Rusia, AHY Bawa Pulang Proyek PLTN Terapung-Kapal Cepat

“Kita perlu bergerak dari dialog menuju aksi, dari kerangka kerja menuju proyek nyata, dan dari komitmen menuju hasil yang dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) menyatakan pembangunan Giant Sea Wall sepanjang 575 kilometer akan dibagi ke dalam 15 segmen. Kepala BOPPJ Didit Herdiawan Ashaf mengatakan pihaknya juga tengah menyiapkan perencanaan groundbreaking program dan infrastruktur secara bersamaan agar pelaksanaannya dapat berjalan terpadu.

Ia menambahkan, pelaksanaan proyek nantinya akan melibatkan kerja sama dengan pemerintah daerah, mulai dari tingkat kabupaten dan kota hingga pemerintah provinsi, guna memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana di seluruh wilayah yang menjadi bagian dari proyek Giant Sea Wall.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat