Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Ini Negara Kami, Bukan Kalian' Lebanon Kesal Jadi Alat Tawar-menawar Iran dalam Melawan Amerika

'Ini Negara Kami, Bukan Kalian' Lebanon Kesal Jadi Alat Tawar-menawar Iran dalam Melawan Amerika Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Lebanon Joseph Aoun melontarkan kritik keras kepada Iran dengan menuduh Teheran menjadikan Lebanon sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi geopolitik dengan Amerika Serikat (AS).

Pernyataan tegas itu muncul setelah Iran kembali mengaitkan masa depan konflik kawasan dengan situasi di Lebanon, termasuk menuntut penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon sebagai bagian dari penyelesaian konflik yang lebih luas.

Baca Juga: Amerika Serikat Turunkan Pasukan Antariksa di Perang Iran, Jadi ‘Mata dan Telinga’ Operasi

Aoun menilai sikap tersebut tidak mencerminkan kepentingan rakyat Lebanon yang selama bertahun-tahun harus menanggung dampak konflik regional.

"Itu bukan negara kalian, itu negara kami," tegas Aoun, dikutip Sabtu (6/6).

Menurutnya, Iran seolah menempatkan Lebanon sebagai instrumen dalam agenda diplomatiknya dengan Washington.

"Mereka menggunakan Lebanon sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi mereka dengan Amerika Serikat. Itu tidak bisa diterima," ujarnya.

Kemarahan Aoun menunjukkan meningkatnya frustrasi pemerintah Lebanon terhadap campur tangan kekuatan eksternal yang selama ini menjadikan negara tersebut sebagai arena persaingan geopolitik.

Presiden Lebanon bahkan menuding rakyat negaranya terus membayar harga mahal akibat kebijakan dan kepentingan pihak lain.

"Anda tidak sedang mencoba membantu kami. Rakyat Lebanon yang membayar harganya demi kepentingan Anda sendiri," katanya.

Pernyataan itu disampaikan setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa perdamaian di kawasan tidak akan terwujud tanpa penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon.

Iran selama ini menjadi pendukung utama kelompok Hizbullah yang terlibat dalam konfrontasi berkepanjangan dengan Israel.

Di saat Lebanon berupaya memulihkan stabilitas domestik dan perekonomian yang terpuruk, pemerintah Beirut tampaknya semakin ingin menegaskan bahwa masa depan negara tersebut tidak boleh ditentukan oleh kepentingan negara lain.

Baca Juga: 'Terkubur Dalam di Bawah Gunung,' Bahan Nuklir Iran Hanya Bisa Diambil Amerika dan China, Kata Trump

Sikap Aoun sekaligus menjadi sinyal bahwa Lebanon ingin melepaskan diri dari posisi sebagai "medan pertempuran perantara" dalam persaingan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar