Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Enggak Takut Temui Mojtaba Khamenei, Taruhan Besar Demi Mengakhiri Perang Iran dan Amerika

Trump Enggak Takut Temui Mojtaba Khamenei, Taruhan Besar Demi Mengakhiri Perang Iran dan Amerika Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka kemungkinan melakukan pertemuan langsung dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik yang telah berbulan-bulan berlangsung antara Washington dan Teheran.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal terbaru bahwa Gedung Putih tengah mendorong penyelesaian diplomatik di tengah negosiasi intensif yang saat ini berlangsung antara kedua negara. Trump bahkan mengaku bersedia memberikan penghormatan kepada pemimpin Iran tersebut apabila kesepakatan damai berhasil dicapai.

Baca Juga: 'Saya Memulainya,' Trump Nyatakan Dirinya Bertanggung Jawab Soal Kekacauan Perang Amerika dan Iran

"Saya akan merasa terhormat untuk bertemu dengannya," kata Trump, dikutip Jumat (5/6).

Menurut Trump, peluang pertemuan itu terbuka apabila proses negosiasi yang sedang berjalan menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima kedua belah pihak.

"Saya ingin melihat apakah kita bisa mencapai kesepakatan. Jika kesepakatan itu tercapai, sangat mungkin saya akan bertemu dengannya. Saya tidak masalah dengan itu," ujarnya.

Trump juga menegaskan bahwa perbedaan pandangan politik tidak akan menghalanginya untuk menunjukkan sikap hormat dalam sebuah pertemuan resmi.

"Saya akan bersikap penuh hormat," kata Trump.

Pernyataan tersebut muncul ketika proses pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran disebut menunjukkan perkembangan positif. Dalam beberapa kesempatan terakhir, Trump berkali-kali mengisyaratkan bahwa terobosan besar dalam negosiasi dapat terjadi dalam waktu dekat.

Ia bahkan menyebut dirinya optimistis konflik yang selama ini memicu ketegangan global dapat segera berakhir melalui jalur diplomasi.

Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran berjalan sangat baik dan tidak menutup kemungkinan kesepakatan dapat dicapai dalam waktu dekat. Menurutnya, keberhasilan negosiasi akan menjadi salah satu pencapaian penting dalam upaya menghentikan konflik internasional yang melibatkan Amerika Serikat.

Di sisi lain, Trump tetap mengingatkan bahwa opsi militer belum sepenuhnya ditutup. Ia menegaskan terdapat satu garis merah yang dapat memicu kembali eskalasi perang, yakni apabila pasukan Amerika menjadi korban serangan.

"Jika mereka membunuh tentara Amerika, saya pikir saya akan bertindak sangat cepat," tegasnya.

Meski demikian, fokus utama pemerintahannya saat ini tetap berada pada jalur diplomasi. Kesediaan Trump untuk bertemu langsung dengan Mojtaba Khamenei dinilai sebagai langkah yang tidak biasa mengingat hubungan kedua negara selama puluhan tahun diwarnai permusuhan dan saling ancam.

Baca Juga: 'Ada Alasan untuk Semua,' Amerika Akui Lakukan Serangan Meski Ada Gencata Senjata dengan Iran

Apabila pertemuan tersebut benar-benar terealisasi, momen itu berpotensi menjadi salah satu peristiwa diplomatik paling penting dalam sejarah hubungan Amerika Serikat dan Iran sekaligus membuka jalan bagi berakhirnya konflik yang telah mengguncang kawasan Timur Tengah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar