- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Pakar Energi UI: Jakarta Perlu Virtual Power Plant untuk Jaga Keandalan Listrik
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Untuk menjawab tantangan tersebut, Eko mendorong pengembangan Virtual Power Plant atau VPP. Berbeda dengan pembangkit konvensional, VPP merupakan platform digital yang mengintegrasikan berbagai sumber daya energi yang tersebar menjadi satu sistem yang dapat dikendalikan secara terpusat.
"VPP bukanlah pembangkit fisik berukuran besar yang mempunyai cerobong asap atau turbin raksasa. Ia adalah platform digital yang menghubungkan ribuan aset energi tersebar, seperti PLTS atap, baterai rumah tangga, dan pengisi daya kendaraan listrik, menjadi satu kesatuan yang dapat dikendalikan," jelasnya.
Menurut Eko, sejumlah negara seperti Jerman dan Australia telah memanfaatkan VPP untuk menjaga stabilitas sistem ketenagalistrikan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan energi. Dalam model tersebut, pelanggan tidak lagi hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem penyedia energi.
Lebih lanjut, ia menilai VPP dapat menjadi instrumen strategis bagi PT PLN (Persero) dalam mengelola sistem distribusi listrik masa depan. Melalui teknologi tersebut, aset-aset energi yang tersebar dapat dikoordinasikan secara lebih efektif untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan listrik.
"Melalui platform VPP, baterai, panel surya, dan kendaraan listrik tidak lagi berdiri sendiri. Semuanya dikoordinasikan oleh PLN untuk menyerap energi saat pasokan melimpah, sekaligus menjadi penyeimbang yang sigap dalam mengurangi tekanan jaringan saat beban puncak terjadi," ujarnya.
Karena itu, Eko menilai pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) perlu segera menyiapkan regulasi yang adaptif untuk mendukung implementasi VPP. Regulasi tersebut mencakup pemberian ruang bagi partisipasi pelanggan, insentif bagi pemilik aset energi terbarukan, serta percepatan digitalisasi pengelolaan beban listrik.
"Jakarta, sebagai aglomerasi terbesar dunia, membutuhkan paradigma kelistrikan yang sepadan dengan skala tantangannya," tegas Eko.
Baca Juga: PLN Indonesia Power Bidik Ekspansi Bisnis Energi ke Amerika Latin dan Karibia
Ia menambahkan, masa depan sistem kelistrikan Jakarta tidak cukup hanya ditopang oleh pembangunan pembangkit besar dan jaringan transmisi. Dibutuhkan sistem yang lebih cerdas, tangguh, dan terintegrasi agar mampu menjawab tantangan energi di kawasan perkotaan yang terus berkembang.
Dengan dukungan regulasi yang tepat dan peran PLN sebagai operator sistem, Jakarta dinilai berpeluang menjadi salah satu rujukan global dalam pengembangan sistem kelistrikan cerdas dan berkelanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: