Kredit Foto: Pexels/Nataliya Vaitkevich
Di usia produktif, terkadang kita selalu merasa sehat karena tubuh yang masih terasa bugar dan energi sedang tinggi-tingginya. Namun faktanya, berbagai jenis penyakit bisa datang kapan saja tanpa melihat usia.
Mengutip data resmi Kementerian Kesehatan, pada tahun 2020 tercatat sekitar 11.156 kasus kanker baru pada anak usia 0-19 tahun. Dari jumlah tersebut, leukemia menjadi jenis kanker yang paling banyak diderita dengan jumlah sebanyak 3.880 kasus, lalu diikuti oleh kanker getah bening dan kanker otak yang masing-masing mencapai 640 kasus.
Inilah mengapa asuransi untuk anak muda bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan krusial.
Ancaman Penyakit Kritis di Balik Gaya Hidup Modern
Munculnya ribuan kasus penyakit kritis di usia muda tidak lepas dari pergeseran gaya hidup dalam satu dekade terakhir. Kebiasaan mengonsumsi makanan olahan yang tinggi gula, paparan polusi, hingga pola tidur yang tidak teratur, menjadi pemicu utama menurunnya imunitas tubuh.
Kondisi ini diperparah dengan tingginya tingkat stres dan kurangnya aktivitas fisik (sedentary lifestyle). Gabungan dari faktor-faktor tersebut pada akhirnya menciptakan risiko kesehatan yang nyata, di mana penyakit yang dahulu identik dengan penyakit usia tua kini mulai menyerang kelompok usia produktif dengan intensitas yang lebih tinggi.
Strategi Menjaga Tabungan dari Inflasi Medis
Setiap tahunnya biaya pelayanan kesehatan di rumah sakit cenderung mengalami kenaikan sebesar 10-15% setiap tahunnya. Dalam hal ini, mengandalkan tabungan saja tidak cukup untuk menutupi biaya perawatan yang semakin mahal. Untuk menghadapi keadaan itu, berikut beberapa strategi menjaga tabungan dari inflasi medis:
-
Gunakan Metode "Health-Specific Sinking Fund"
Selain dana darurat umum, ada baiknya Anda menyisihkan dana secara khusus untuk pos kesehatan di rekening terpisah. Metode ini dapat disebut dengan Sinking fund kesehatan yang bertujuan untuk membiayai kebutuhan medis "kecil" yang biasanya tidak tercover oleh asuransi. Misalnya, biaya untuk membeli vitamin rutin, konsultasi dokter umum karena flu, hingga medical check-up tahunan. -
Diversifikasi Aset untuk Fleksibilitas Dana
Berbeda dengan dana kas harian, diversifikasi aset likuid bertujuan agar dana besar yang Anda persiapkan tidak "diam" di rekening tabungan biasa. Anda bisa menempatkan sebagian dana cadangan ke berbagai instrumen, misalnya Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) yang mudah dicairkan namun tetap memberikan imbal hasil. -
Evaluasi Limit Fasilitas Kesehatan Kantor
Bagi Anda yang bekerja sebagai karyawan, usahakan untuk tidak hanya mengandalkan fasilitas kesehatan dari tempat kerja. Sebab, sering kali asuransi kantor memiliki batasan (plafon) yang terbatas dan hanya mencakup prosedur medis dasar.
Memiliki Asuransi Kesehatan pribadi selagi muda dapat memastikan tabungan Anda tetap aman jika tagihan rumah sakit melebihi limit kantor, atau jika suatu saat Anda memutuskan untuk resign. -
Audit Pengeluaran untuk "Membeli" Ketenangan
Menjaga tabungan tidak selalu selalu dengan memotong kebutuhan pokok. Coba tinjau dan evaluasi pengeluaran micro-spending Anda, serta ubah menjadi pengeluaran berupa premi asuransi. Cara ini memungkinkan Anda menukar pengeluaran konsumtif menjadi aset perlindungan yang menjaga tabungan utama Anda tetap utuh saat krisis terjadi. -
Investasi pada Kesehatan sebagai Tindakan Preventif
Strategi menjaga tabungan yang paling mendasar adalah dengan meminimalisir risiko sakit itu sendiri. Anggap saja adanya biaya makanan sehat, vitamin, dan aktivitas fisik sebagai investasi jangka panjang.
Dengan menjaga kondisi tubuh tetap prima, Anda secara tidak langsung sedang melindungi aset finansial Anda agar tidak perlu dicairkan untuk membiayai pengobatan penyakit di masa mendatang.
Keuntungan Membeli Asuransi di Usia Muda
Membeli asuransi di usia muda memberikan keuntungan strategis yang sering kali diabaikan. Berikut beberapa alasan mengapa memiliki proteksi selagi muda jauh lebih menguntungkan bagi masa depan finansial Anda:
-
Mendapatkan Premi Rendah
Salah satu hukum dasar asuransi adalah semakin muda usia Anda saat mendaftar, semakin murah premi yang harus dibayar. Perusahaan asuransi melihat usia 20-an sebagai profil risiko yang rendah, sehingga Anda bisa mengunci harga premi yang sangat terjangkau untuk manfaat perlindungan yang maksimal. -
Proses Persetujuan Polis yang Lebih Mudah
Selagi tubuh masih bugar dan belum memiliki riwayat penyakit kronis, proses underwriting oleh perusahaan asuransi akan jauh lebih simpel. Anda memiliki peluang besar untuk disetujui secara penuh tanpa ada pengecualian medis atau biaya tambahan. -
Masa Tunggu yang Selesai Lebih Awal
Setiap polis asuransi memiliki masa tunggu (waiting period) sebelum manfaatnya bisa digunakan sepenuhnya, terutama untuk beberapa penyakit. Dengan memulai di usia 20-an, Anda membiarkan masa tunggu tersebut berjalan saat Anda masih sehat.
Artinya, ketika risiko kesehatan muncul di masa depan, maka status perlindungan Anda sudah aktif sepenuhnya dan siap menanggung seluruh biaya medis tanpa kendala prosedur.
Bangun Fondasi Finansial Tangguh untuk Masa Depan
Memilih asuransi di usia muda sebenarnya bukan tentang membayar premi, melainkan tentang membeli ketenangan pikiran dalam waktu yang lama. Dengan memiliki proteksi yang tepat, Anda tidak lagi perlu merasa cemas setiap kali menyusun rencana dalam jangka panjang.
Asuransi kesehatan PRUSehat dari Prudential Indonesia bisa jadi solusi Anda untuk mendapat perlindungan kesehatan yang #BeneranPas, mulai dari kenyamanan rawat inap hingga rawat jalan sesuai kebutuhan Anda.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: