Kredit Foto: Dok. Kemenpar
Pemerintah meluncurkan program BINA Holiday & Back to School 2026 untuk mendukung momentum libur sekolah dengan menghadirkan berbagai promosi belanja, aktivasi keluarga, dan dukungan perjalanan wisata di dalam negeri.
Program ini merupakan kolaborasi Kementerian Pariwisata, Kementerian Perdagangan, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), serta Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI). Tujuannya memperkuat konsumsi domestik sekaligus mendorong pergerakan wisatawan nusantara.
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa, mengatakan libur sekolah merupakan momentum strategis yang tidak hanya mendorong peningkatan aktivitas wisata, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan konsumsi masyarakat dan pergerakan ekonomi nasional.
Hal tersebut disampaikan Wamenpar dalam acara HIPPINDO 10th Anniversary dan Opening Ceremony BINA Holiday & Back to School, Senin (8/6/2026), di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.
“Kami berharap BINA Holiday & Back to School dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan konsumsi masyarakat Indonesia sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target perjalanan wisatawan nusantara sebesar 1,176 miliar perjalanan dan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 16-17 juta,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemenpar, Selasa (9/6).
Wisata dan belanja memiliki keterkaitan yang erat dalam mendorong perputaran ekonomi daerah. Ketika masyarakat melakukan perjalanan wisata, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan sektor transportasi dan akomodasi, tetapi juga pusat perbelanjaan, UMKM, kuliner, hingga pelaku ekonomi kreatif di destinasi.
Baca Juga: BGN Pasang Kombinasi Auditor dan Ahli Teritorial untuk Jaga Program MBG
Gerakan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Holiday yang bersinergi dengan Jakarta Great Sale dan Solo Great Sale berlangsung pada 8 Juni hingga 12 Juli 2026. Program ini menawarkan beragam promosi menarik, mulai dari diskon hingga 50 persen, berbagai aktivasi di pusat perbelanjaan, hingga wisata belanja di sejumlah daerah yang dapat dinikmati masyarakat secara langsung.
Adapun jumlah gerai dan mall yang terlibat sebanyak 800 brand/merek, 80.000 gerai, dan setidaknya 414 anggota mall/ pusat perbelanjaan di 24 provinsi. Program ini berlangsung di kota-kota besar diantaranya Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, serta berbagai kota lainnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: