Industri Kecantikan Terus Tumbuh, Elara Skin Respons Perubahan Tren Konsumen Skincare
Kredit Foto: Istimewa
Di tengah pertumbuhan industri kecantikan yang semakin kompetitif, perubahan perilaku konsumen mendorong pelaku usaha untuk menghadirkan produk yang lebih praktis, personal, dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari. Pergeseran tren tersebut menjadi peluang ekonomi bagi merek-merek lokal untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat daya saing di industri skincare nasional.
Melihat perubahan kebutuhan konsumen tersebut, Elara Skin Indonesia resmi meluncurkan rangkaian produk perawatan kulit berbasis teknologi EXO3, plant exosome yang berasal dari Centella Asiatica. Peluncuran yang mengusung tema Unveil the Essence ini menandai masuknya pemain baru dalam industri kecantikan lokal yang terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap perawatan kulit.
Chief of Sales & Marketing Officer Elara Skin Indonesia, Rebecca Kezia, mengatakan bahwa tren perawatan kulit saat ini tidak lagi berfokus pada rutinitas yang rumit, melainkan pada produk yang mampu menjaga kesehatan kulit secara efektif dan mudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mengusung filosofi Essence of Beauty, kami percaya bahwa kecantikan bukan untuk mengubah diri menjadi persona yang berbeda, melainkan tentang merawat karakter alami kulit dengan pendekatan yang lebih personal dan relevan terhadap kebutuhan kulit perempuan modern masa kini,” ujar Rebecca.
Menurutnya, teknologi exosome yang selama ini lebih banyak ditemukan dalam perawatan di klinik kecantikan kini mulai diadaptasi ke dalam produk perawatan rumahan. Langkah tersebut mencerminkan upaya industri kecantikan dalam menghadirkan inovasi yang lebih mudah diakses oleh konsumen.
Elara menghadirkan rangkaian produk lengkap mulai dari pembersih wajah, toner, serum, pelembap, hingga tabir surya. Produk-produk tersebut dikembangkan untuk menjawab empat kebutuhan utama konsumen, yakni anti-aging, calming, hydrating, dan brightening.
Dari sisi ekonomi, strategi menghadirkan satu ekosistem produk sekaligus menunjukkan upaya perusahaan untuk meningkatkan nilai transaksi konsumen dan memperkuat loyalitas pelanggan. Pendekatan ini juga mencerminkan perubahan pasar skincare yang semakin mengutamakan solusi perawatan menyeluruh dibandingkan hanya mengandalkan satu produk unggulan.
Rebecca menambahkan bahwa kebutuhan anti-aging kini tidak lagi identik dengan kelompok usia tertentu. Konsumen mulai memandang perawatan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas kulit sejak dini, sehingga mendorong permintaan terhadap produk yang ringan dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.
Untuk memperkuat posisinya di pasar, Elara menggandeng Angie Marcheria dan Jennifer Bachdim sebagai muse yang merepresentasikan karakter perempuan modern yang percaya diri dan nyaman dengan dirinya sendiri. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemasaran yang mengedepankan kedekatan emosional dengan konsumen.
Baca Juga: Dinamika Ekonomi Masih jadi Tantangan, WYCE Optimis Industri Kecantikan Tetap Tumbuh
Peluncuran Elara turut memperlihatkan semakin besarnya peluang bisnis di industri kecantikan Indonesia. Dengan distribusi melalui kanal digital seperti situs resmi, Shopee, dan TikTok Shop, perusahaan memanfaatkan perkembangan ekonomi digital untuk memperluas jangkauan pasar ke berbagai daerah di Indonesia.
Seluruh produk Elara telah mengantongi sertifikasi BPOM dan halal, dengan kisaran harga antara Rp229.000 hingga Rp419.000. Melalui kombinasi inovasi teknologi, strategi pemasaran digital, dan perubahan preferensi konsumen, peluncuran Elara mencerminkan bagaimana industri kecantikan terus menjadi salah satu sektor yang menawarkan peluang pertumbuhan ekonomi di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perawatan kulit.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: