Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Targetkan Iran hingga Senegal, Amerika Bikin 'Pincang' Timur Tengah dan Afrika di Piala Dunia 2026

Targetkan Iran hingga Senegal, Amerika Bikin 'Pincang' Timur Tengah dan Afrika di Piala Dunia 2026 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kontroversi yang mengiringi persiapan Piala Dunia 2026 memunculkan pola menarik. Hampir seluruh kasus penolakan masuk, pembatasan visa, hingga pemeriksaan ketat yang menjadi sorotan publik justru menimpa peserta dan ofisial yang berasal dari kawasan Timur Tengah dan Afrika.

Fenomena itu memicu pertanyaan baru mengenai apakah kebijakan keamanan Amerika Serikat menjelang Piala Dunia diterapkan secara merata kepada seluruh peserta atau justru lebih banyak menyasar negara-negara tertentu.

Baca Juga: 'Saya yang Menentukan,' Trump Tegaskan Israel Harus Tunduk pada Kesepakatan Amerika dan Iran

Kasus pertama dan paling menonjol dialami Iran. Negara tersebut mendapatkan pembatasan khusus yang membuat tim nasionalnya tidak bisa menetap di Amerika Serikat selama turnamen berlangsung.

Situasi itu terjadi di tengah hubungan diplomatik yang masih tegang antara Washington dan Teheran setelah konflik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Tidak hanya Iran, Irak juga menghadapi masalah serupa. Penyerang utama mereka, Aymen Hussein, harus menjalani pemeriksaan panjang selama berjam-jam saat tiba di Amerika Serikat.

Fotografer resmi tim nasional Irak bahkan ditolak masuk sepenuhnya meski datang bersama rombongan resmi peserta Piala Dunia.

Dari Afrika, wasit asal Somalia Omar Abdulkadir Artan menjadi korban paling menonjol. Meski telah ditunjuk FIFA sebagai salah satu perangkat pertandingan resmi Piala Dunia 2026, ia tetap tidak mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat.

Penolakan tersebut terjadi di tengah kebijakan pembatasan perjalanan yang masih diberlakukan Amerika Serikat terhadap sejumlah negara, termasuk Somalia.

Sorotan berikutnya datang dari Senegal. Tim nasional negara Afrika Barat itu juga dilaporkan menjalani pemeriksaan ketat ketika memasuki wilayah Amerika Serikat.

Yang menarik, hingga saat ini belum muncul laporan serupa terhadap delegasi dari negara-negara Eropa, Amerika Latin, atau Asia Timur yang berpartisipasi dalam turnamen tersebut.

Kondisi tersebut membuat sejumlah pihak mempertanyakan apakah faktor geopolitik, kebijakan keamanan nasional, dan hubungan diplomatik turut memengaruhi perlakuan terhadap peserta Piala Dunia.

Di tengah upaya FIFA mempromosikan sepak bola sebagai alat pemersatu dunia, serangkaian kasus yang menimpa Iran, Irak, Somalia, dan Senegal justru membuat isu visa serta kebijakan perbatasan Amerika Serikat menjadi salah satu topik paling banyak diperbincangkan menjelang kick-off Piala Dunia 2026.

Baca Juga: 'Bukan Menghindar,' Pengakuan Sony Sonjaya Soal Kejar Status Justice Collaborator di Korupsi MBG

Alih-alih membahas persaingan di lapangan, perhatian publik kini mulai tertuju pada pertanyaan yang lebih besar: mengapa sebagian besar persoalan menjelang Piala Dunia justru menimpa negara-negara dari Timur Tengah dan Afrika?

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar