Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

FOLK Perluas Investasi Kesehatan, Bidik Tren Stem Cell dan Longevity

FOLK Perluas Investasi Kesehatan, Bidik Tren Stem Cell dan Longevity Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) memperluas investasi di sektor kesehatan untuk menangkap pertumbuhan bisnis layanan diagnostik, stem cell, dan longevity yang dinilai memiliki prospek jangka panjang di Indonesia.

Direktur Utama FOLK Danny Sutradewa mengatakan sektor kesehatan menjadi salah satu fokus investasi perseroan karena didukung perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin memperhatikan kesehatan preventif dan peningkatan kualitas hidup.

"Kami melihat healthcare sebagai salah satu sektor yang memiliki peluang pertumbuhan sangat besar dalam beberapa tahun ke depan. Tren masyarakat saat ini tidak hanya berobat ketika sakit, tetapi juga mulai fokus pada pencegahan penyakit, longevity, dan peningkatan kualitas hidup," ujar Danny dalam public expose yang digelar secara hybrid di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Melalui strategi diversifikasi investasi, FOLK telah menempatkan dana pada sejumlah perusahaan di sektor kesehatan, termasuk Diagnos yang bergerak di bidang layanan diagnostik dan pemeriksaan kesehatan.

Menurut Danny, perkembangan teknologi kesehatan, meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan stem cell dan anti-aging, serta kebutuhan pemeriksaan kesehatan berkala menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan industri kesehatan nasional.

Selain itu, perubahan demografi dan meningkatnya pendapatan masyarakat turut menciptakan permintaan terhadap layanan kesehatan yang lebih komprehensif dan berbasis teknologi.

"Healthcare merupakan sektor yang sangat defensif dan memiliki kebutuhan yang terus meningkat. Karena itu kami melihat sektor ini sebagai salah satu area investasi yang menarik untuk jangka panjang," katanya.

Baca Juga: Kemnaker Andalkan Hubungan Industrial Transformatif untuk Jaga Daya Saing Investasi

Baca Juga: Presiden Prabowo Ingatkan Pelayanan Kesehatan Harus Bebas Korupsi

Selain kesehatan, FOLK juga mengembangkan portofolio investasi di berbagai sektor lain seperti media digital, pengolahan air, infrastruktur berkelanjutan, hingga pertambangan. Perseroan saat ini memiliki investasi di 13 perusahaan yang bergerak di berbagai industri.

Melalui strategi diversifikasi tersebut, FOLK berupaya membangun portofolio investasi yang seimbang sekaligus menangkap peluang pertumbuhan dari berbagai sektor yang dinilai memiliki prospek jangka panjang.

Perseroan menilai sektor kesehatan akan menjadi salah satu pilar pertumbuhan bisnis ke depan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan diagnostik modern, teknologi kesehatan, serta solusi longevity yang terus berkembang di Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman