Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Didongkrak Permintaan Luar Negeri, 93 Persen Lulusan Universitas Binawan Cepat Terserap Industri Kesehatan

Didongkrak Permintaan Luar Negeri, 93 Persen Lulusan Universitas Binawan Cepat Terserap Industri Kesehatan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Universitas Binawan menegaskan kontribusinya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang siap memasuki dunia kerja melalui Wisuda dan Angkat Sumpah ke-13 yang digelar di Auditorium Universitas Binawan, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Sebanyak 318 wisudawan resmi dikukuhkan, dengan mayoritas lulusan berasal dari Program Studi Sarjana Keperawatan Internasional dan Profesi Ners.

Tingginya tingkat penyerapan lulusan menjadi salah satu indikator kuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Universitas Binawan mencatat sebanyak 93 persen alumni telah memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah lulus. Bahkan, sebagian di antaranya telah berkarier di berbagai negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Jepang, Austria, dan Australia.

Capaian tersebut mencerminkan tingginya permintaan tenaga kesehatan Indonesia di pasar internasional sekaligus memperlihatkan peluang ekspor jasa melalui tenaga kerja profesional yang memiliki kompetensi sesuai standar global.

Wakil Rektor Bidang Tata Kelola, Sumber Daya, dan Kemitraan Strategis Universitas Binawan, Farouk Abdullah Alwyni, mengatakan universitas terus memperkuat kualitas pendidikan agar selaras dengan kebutuhan industri dan perkembangan dunia kerja.

"Universitas Binawan terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat, sehingga lulusan memiliki bekal yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan," ujar Farouk dalam laporan pendidikan.

Selain tingginya tingkat penyerapan kerja, Universitas Binawan juga mencatat 67 persen wisudawan berhasil meraih predikat cumlaude. Menurut Farouk, capaian tersebut menjadi bukti peningkatan kualitas akademik yang didukung penguatan sumber daya manusia serta kerja sama dengan berbagai mitra nasional maupun internasional.

Plt. Rektor Universitas Binawan, Prof. Henny Suzana Mediani, menilai kelulusan merupakan awal bagi para lulusan untuk beradaptasi dengan perubahan dunia kerja yang semakin dinamis. Ia berharap para alumni mampu terus meningkatkan kompetensi agar tetap relevan di tengah perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Dari sisi ketenagakerjaan, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI, Dr. Cris Kuntadi, menekankan bahwa transformasi digital dan dinamika ekonomi global telah mengubah kebutuhan pasar tenaga kerja. Menurutnya, kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, dan meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan menjadi faktor penting dalam membangun karier.

Ia juga mengingatkan pentingnya konsep pembelajaran sepanjang hayat agar lulusan perguruan tinggi mampu mengikuti perubahan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Apresiasi terhadap kontribusi Universitas Binawan juga datang dari LLDIKTI Wilayah III yang menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Ancam Cabut Bantuan Pendidikan bagi Siswa Jabar yang Merokok

Dukungan turut diberikan organisasi profesi kesehatan, termasuk Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI), dan Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI). Sinergi tersebut diharapkan semakin memperkuat kualitas lulusan yang profesional, kompeten, dan mampu memenuhi kebutuhan sektor kesehatan, baik di dalam negeri maupun pasar internasional.

Melalui capaian tingkat penyerapan kerja yang tinggi serta penguatan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, Universitas Binawan menegaskan komitmennya dalam menghasilkan tenaga profesional yang mampu mendukung pertumbuhan industri kesehatan sekaligus meningkatkan daya saing SDM Indonesia di pasar global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: