Keluar dari Tekanan, Rupiah Ditutup Menguat Tajam 114 Poin ke Rp17.944 per USD
Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat ke level Rp17.944 pada perdagangan Rabu (10/6/2026). Mata uang Garuda menguat 114 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp18.058.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan penguatan rupiah terjadi usai pelaku pasar menyambut baik kenaikan suku bunga Bank Indonesia sebesar 25 basis poin menjadi 5,5% pada hari Selasa, yang bertujuan untuk menstabilkan rupiah setelah berulang kali mencapai rekor terendah.
"Kenaikan suku bunga acuan juga membantu pemerintah dalam lelang obligasi bertenor 10 tahun, dengan bunga obligasi 7,4% sehingga investor asing maupun domestik diharapkan bisa kembali menyerbu lelang Surat Utang Negara (SUN)," kata Ibrahim kepada wartawan.
Kepercayaan pasar, lanjut Ibrahim, semakin diperkuat oleh janji dana kekayaan negara Danantara untuk tidak mengambil margin keuntungan pada ekspor komoditas strategis dan untuk menghormati kontrak yang ada di bawah kerangka sentralisasi baru.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Yakin Rupiah Menguat di Semester II 2026, Dipatok Rp16.800-Rp17.500 per Dolar di 2027
Baca Juga: Alasan Purbaya Yakin Rupiah Akan Menguat Bertahap di Semester II 2026
Kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai pintu tunggal ekspor komoditas strategis dirancang untuk memperkuat tata kelola, menjamin kepastian hukum, dan mengoptimalkan penerimaan negara tanpa mengganggu kelangsungan bisnis eksportir.
"Langkah ini diharapkan mampu meredam volatilitas ekonomi dengan mengedepankan transparansi," kata Ibrahim.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: