Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Disarankan Perkuat Permodalan UMKM Pemasok MBG

Prabowo Disarankan Perkuat Permodalan UMKM Pemasok MBG Kredit Foto: Antara/Anis Efizudin
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memberikan sejumlah masukan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait pengembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satunya dengan memperkuat akses permodalan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi bagian dari rantai pasok program tersebut.

Saran itu disampaikan DEN setelah melakukan survei independen terhadap pelaksanaan MBG di 800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dipilih secara acak dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, mengatakan hasil survei menunjukkan program MBG telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan UMKM lokal. Namun, pelaku usaha masih menghadapi kendala dalam memperbesar kapasitas usaha, terutama dari sisi modal kerja.

"Jadi, mereka bisa mempunyai modal kerja yang lebih bagus, akhirnya bisa melayani SPPG-nya lebih banyak, komoditasnya juga lebih beraneka ragam," ujar Seto usai pertemuan DEN dengan Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/6/2026) dikutip dari ANTARA.

Menurut Seto, penguatan permodalan dinilai penting agar UMKM yang telah masuk dalam ekosistem MBG mampu meningkatkan produksi dan memperluas jenis komoditas yang dipasok. Dengan demikian, kebutuhan bahan baku SPPG dapat dipenuhi secara lebih optimal oleh pelaku usaha lokal.

Masukan tersebut disampaikan setelah DEN menemukan bahwa sebagian besar rantai pasok program MBG telah melibatkan UMKM. Hasil survei menunjukkan sebanyak 86,9 persen SPPG memiliki setidaknya satu pemasok skala kecil, dengan rata-rata tiga UMKM terlibat dalam setiap SPPG.

Selain itu, sekitar 64 hingga 65 persen UMKM pemasok berada di kabupaten yang sama dengan lokasi SPPG. Temuan ini menunjukkan manfaat ekonomi program lebih banyak dirasakan oleh pelaku usaha lokal dibandingkan perusahaan besar dari luar daerah.

"Ini bukanlah supplier besar yang masuk, tapi UMKM-UMKM yang muncul itu memang yang ada di dalam kabupaten atau lokasi di mana SPPG tersebut berada," kata Seto.

DEN juga mencatat tingkat kepuasan terhadap kinerja UMKM pemasok mencapai lebih dari 70 persen. Di sisi lain, survei menemukan hampir 99 persen tenaga kerja yang bekerja di SPPG berasal dari masyarakat sekitar, yang menunjukkan program MBG turut menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi daerah.

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan hasil survei tersebut telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo sebagai bahan evaluasi dan pengembangan program MBG ke depan.

Baca Juga: Bukan Kursi Menkeu, Chatib Basri Sebut Hanya Bahas Ini dengan Prabowo

Survei dilakukan terhadap 800 SPPG yang dipilih secara acak menggunakan sistem komputer dan mewakili berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Nias Selatan, Halmahera hingga Papua. Menurut DEN, metode tersebut memungkinkan hasil survei merepresentasikan kondisi keseluruhan SPPG yang saat ini beroperasi.

Berdasarkan temuan tersebut, DEN menilai program MBG tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga berhasil membentuk ekosistem rantai pasok baru yang melibatkan UMKM lokal. Karena itu, dukungan permodalan dinilai menjadi langkah penting agar manfaat ekonomi program dapat terus diperluas seiring bertambahnya jumlah SPPG di berbagai daerah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat