Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pigai Yakin KemenHAM Raih Rekor Dunia Soal Pendidikan HAM

Pigai Yakin KemenHAM Raih Rekor Dunia Soal Pendidikan HAM Kredit Foto: Instagram/Natalius Pigai
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian HAM (KemenHAM) tengah menjalani proses penilaian Guinness World Records terkait penyelenggaraan program pendidikan hak asasi manusia (HAM) berskala besar. Menteri HAM Natalius Pigai menyebut pencapaian tersebut berpotensi mengantarkan Indonesia meraih penghargaan rekor dunia di bidang pendidikan HAM.

Dalam rapat bersama Komisi XIII DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (10/6/2026), Pigai mengatakan pihaknya optimistis terhadap proses penilaian yang sedang berlangsung.

"Mudah-mudahan jadi, bisa juga ada negara lain yang unggul. Insya Allah bisa," kata Pigai.

"Saya mendedikasikan diri untuk membangun HAM di Indonesia," lanjutnya.

Menurut Pigai, pemegang rekor dunia pendidikan HAM dengan jumlah peserta terbanyak saat ini adalah Uruguay yang telah memberikan pendidikan HAM kepada sekitar 3.000 orang. Sementara itu, KemenHAM mengklaim telah mencatat jumlah peserta yang lebih besar.

Ia menjelaskan bahwa KemenHAM pernah menyelenggarakan pendidikan HAM di Sumatera Utara dengan jumlah peserta mencapai 6.000 orang. Berdasarkan capaian tersebut, pihaknya meyakini Indonesia memiliki peluang untuk memperoleh pengakuan rekor dunia.

"Karena itu, dia mengatakan bahwa pihaknya akan menerima penghargaan rekor dunia," ujarnya.

Pigai menuturkan bahwa upaya memperluas pendidikan HAM merupakan bagian dari komitmen kementeriannya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak asasi manusia. Menurut dia, hingga saat ini belum tentu setiap orang memahami definisi HAM secara utuh karena istilah tersebut kerap dikaitkan hanya dengan kasus-kasus tertentu.

Baca Juga: Kementerian HAM: Tuduhan Manipulasi Partisipasi Revisi UU HAM Merendahkan

Karena itu, Pigai ingin pemahaman mengenai HAM dapat menjangkau lebih banyak kalangan dan menjadi bagian dari pengetahuan dasar masyarakat. Ia menilai HAM merupakan hak yang melekat pada setiap manusia dan perlu dipahami secara luas.

"Ini sekadar informasi, insyaallah. Dulu saya bilang Kementerian HAM akan menghadirkan Presiden Dewan HAM PBB, sembilan hari kemudian," kata Pigai.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pihak untuk kembali menggencarkan edukasi mengenai HAM di berbagai sektor. Menurutnya, peningkatan pemahaman masyarakat tentang HAM menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kesadaran hak asasi di Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat