Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Pemerintah Pastikan Pertalite dan LPG 3 Kg Tak Tersentuh

Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Pemerintah Pastikan Pertalite dan LPG 3 Kg Tak Tersentuh Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah lonjakan harga Pertamax yang kini mencapai Rp16.250 per liter, pemerintah memastikan masyarakat pengguna BBM subsidi dan LPG 3 kilogram tidak akan ikut terdampak oleh kebijakan penyesuaian harga energi tersebut.

Pemerintah menegaskan fokus utama saat ini adalah menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok yang bergantung pada energi bersubsidi untuk kebutuhan sehari-hari.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan harga Pertalite, Solar subsidi, dan LPG 3 kilogram tetap dipertahankan meski harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan cukup signifikan.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah melindungi masyarakat dari tekanan ekonomi yang masih berlangsung.

“Harga BBM bersubsidi maupun LPG tidak ada perubahan sama sekali,” tegas Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).

Bahlil menjelaskan kenaikan Pertamax tidak dapat dihindari karena produk tersebut merupakan BBM nonsubsidi yang mekanisme penetapan harganya mengikuti perkembangan pasar.

Ia menyebut seluruh perhitungan dilakukan oleh badan usaha penyedia BBM dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan harga energi global.

“Harga yang nonsubsidi itu menyesuaikan harga pasar yang ada. Tentu perhitungannya dilakukan secara bijak oleh pelaku usaha baik Pertamina maupun badan usaha yang lain,” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah memilih mempertahankan harga energi bersubsidi agar tidak menambah beban masyarakat di tengah kenaikan berbagai kebutuhan pokok.

Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Bahlil menegaskan pemerintah saat ini juga tengah menyiapkan berbagai langkah lanjutan guna menjaga daya beli masyarakat.

Namun, ia belum dapat memastikan bentuk insentif atau stimulus yang akan diberikan karena masih dalam tahap pembahasan.

Kendati demikian, ia memastikan perlindungan terhadap masyarakat tetap menjadi prioritas pemerintah dalam setiap kebijakan energi yang diambil.

“Pemerintah menggodok hal-hal untuk menjaga daya beli masyarakat. Makanya dalam rangka menjaga daya beli, BBM dan LPG subsidi tidak kita naikkan,” jelas Bahlil.

Baca Juga: Barcode BBM Subsidi UMKM Diblokir Sepihak, Legislator PDIP Minta Transparansi Pemerintah

Kebijakan mempertahankan harga Pertalite, Solar subsidi, dan LPG 3 kilogram menjadi sinyal bahwa pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara tekanan harga energi global dengan kebutuhan masyarakat di dalam negeri.

Sementara itu, penyesuaian harga Pertamax dilakukan mengikuti kondisi pasar yang saat ini dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak dunia dan berbagai dinamika ekonomi internasional.

Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap dampak kenaikan BBM nonsubsidi tidak meluas dan tetap mampu menjaga stabilitas ekonomi serta daya beli masyarakat dalam jangka pendek maupun menengah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama