Kejar TKDN Lebih Tinggi, Kemenperin Genjot Keterlibatan IKM dalam Rantai Pasok Kendaraan Listrik Nasional
Kredit Foto: Istimewa
Pertumbuhan tersebut turut didukung oleh perluasan infrastruktur pengisian daya. Hingga April 2026, PT PLN (Persero) telah mengoperasikan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 3.097 titik di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan temu bisnis dibagi menjadi dua sektor utama. Untuk kendaraan listrik roda dua, kegiatan digelar di Kota Bekasi pada 7 Mei 2026 bekerja sama dengan PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) dan diikuti 60 IKM komponen alat angkut.
Dari pertemuan tersebut, telah muncul penjajakan kerja sama antara Polytron dengan anggota Perkumpulan Industri Elektronik Logam dan Otomotif Tegal (PIELLOT), Perkumpulan Industri Kecil Menengah Komponen Otomotif (PIKKO), serta Asosiasi Pengusaha Engineering Karawang (APEK) untuk memasok berbagai komponen, mulai dari jok motor, housing plastik, mold and dies stamping, hingga komponen pendukung lainnya.
Selain itu, PT Pindad (Persero) juga melakukan diskusi lanjutan dengan sejumlah pelaku IKM komponen guna menjajaki peluang keterlibatan mereka dalam rantai pasok proyek mobil nasional.
Sementara untuk sektor kendaraan listrik roda empat atau lebih, temu bisnis digelar di Kabupaten Bekasi pada 22 Mei 2026 bekerja sama dengan PT SGMW Motor Indonesia dan PT VKTR Teknologi Mobilitas. Kegiatan tersebut mempertemukan sekitar 70 IKM komponen alat angkut dengan industri kendaraan listrik untuk menjajaki peluang penyediaan komponen lokal bagi mobil listrik, bus listrik, dan truk listrik.
Baca Juga: Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp1,59 Triliun untuk Perkuat Industri dan Hilirisasi
“Temu bisnis ini merupakan jembatan konkret bagi IKM komponen alat angkut dalam negeri agar mampu masuk ke dalam rantai pasok industri kendaraan listrik domestik maupun global. Kami ingin memastikan IKM lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian penting dalam penyediaan komponen berkualitas bagi industri kendaraan listrik nasional,” tegas Reni.
Selain memfasilitasi kemitraan, Ditjen IKMA juga terus meningkatkan kompetensi pelaku IKM melalui berbagai program pelatihan perbengkelan kendaraan listrik, mulai dari pengenalan komponen, analisis kerusakan, perawatan, praktik service maintenance, hingga penerapan standar keselamatan kerja sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda transisi energi dan penguatan industri otomotif nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman