Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Reformasi Jilid II Menggema, Rakyat X Heboh: Bisakah Demo Besar Turunkan Presiden?

Reformasi Jilid II Menggema, Rakyat X Heboh: Bisakah Demo Besar Turunkan Presiden? Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Warta Ekonomi, Jakarta -

Isu Reformasi 98 Jilid 2 tengah ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya platform X. Seruan ini banyak dilontarkan kalangan mahasiswa yang menyoroti kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto.

Seorang pengguna X dengan akun @indepen**** mempertanyakan kemungkinan Prabowo dilengserkan melalui aksi demonstrasi besar, seperti yang terjadi pada Presiden ke-2 Soeharto pada 1998.

"Bisa gak sih Prabowo dilengserin? Sekarang banyak mahasiswa teriak "Reformasi 98 Jilid 2" karena ekonomi lagi berat + banyak kebijakan dikritik," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Jumat (12/6).

"Jadi pertanyaannya: Demo gede bisa nurunin presiden gak? Dulu 1998 Soeharto tumbang. Tapi sekarang situasinya sama gak ya? Komen di bawah: menurut kalian gimana?" imbuhnya.

Cuitan tersebut memicu ratusan komentar. Akun @Kiyo**** menilai pelengseran Prabowo sulit dilakukan karena hampir semua tokoh politik sudah dirangkul dalam Kabinet Merah Putih. 

"Sulit, karena hampir semua tokoh sekarang dikasih jabatan sama dia. dia bisa gandeng semuanya. yang oposisi paling siapasih sekarang? megawati doang, sisanya kan bestie nya. Apalagi tni polisi alah udahlah, jabatan semua," ujarnya.

Sementara itu, akun @ahj**** berpendapat pelengseran masih mungkin terjadi, tetapi risikonya sangat besar.

"Bisa min, tapi resikonya gede kalau presidennya gak peka. Seperti halnya Soeharto dulu banyak banget korban jiwa disetiap daerah. Dan yg pasti pendemo bakal dibenturkan lagi sama kacang ijo dan isilop," cuitnya.

Diketahui, Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Tengah telah mengancam akan menggelar aksi massa besar bertajuk Reformasi Jilid II jika pemerintah gagal menstabilkan nilai tukar rupiah dan memulihkan ekonomi nasional.

Baca Juga: Prabowo Dorong LPG Beralih ke CNG di Tengah Gejolak Global, BBM Subsidi Tetap Ditahan

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M. Herindra mengimbau mahasiswa dan masyarakat untuk tetap menjaga persatuan. 

"Ah yang penting kita semua harus menjaga ya, persatuan kesatuan. Jangan sampai ada hal yang tidak menguntungkan bagi kita semua ya," kata Herindra ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/6/2026).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya