Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Berikan Ultimatum Baru ke Iran: Terimalah Kesepakatan atau Wilayah Kaya Minyak Diambil Amerika

Trump Berikan Ultimatum Baru ke Iran: Terimalah Kesepakatan atau Wilayah Kaya Minyak Diambil Amerika Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengirim sinyal keras kepada Iran di tengah negosiasi damai yang diklaim sudah memasuki tahap akhir. Teheran kini dihadapkan pada dua pilihan: menerima kesepakatan yang disodorkan Washington atau menghadapi risiko kehilangan wilayah strategis yang menjadi jantung ekspor minyak negara tersebut.

Pernyataan itu muncul setelah Trump mengungkap bahwa rencana Amerika Serikat untuk mengambil alih Kharg Island, pulau yang menjadi terminal ekspor minyak utama Iran, dapat dibatalkan apabila Teheran menyetujui perjanjian yang saat ini sedang difinalisasi.

Baca Juga: 'Pengganggu Timur Tengah Sudah Mati,' Amerika Klaim Iran Kini Cuma Bisa Omong Besar Tanpa Aksi

"Itu akan dibatalkan jika kami menandatangani perjanjian ini," kata Trump, dikutip Jumat (12/6).

Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana pulau strategis itu kini menjadi instrumen tekanan utama Washington dalam memaksa Iran menerima kesepakatan yang sedang dinegosiasikan.

Sebelumnya, Trump secara terbuka menyebut pengambilalihan Kharg Island sebagai salah satu opsi yang diinginkan pemerintahannya. Ia bahkan sempat menyatakan Amerika Serikat dapat mengambil kendali atas pasar minyak dan gas Iran melalui langkah tersebut.

Kharg Island memiliki posisi sangat vital bagi perekonomian Iran. Sebagian besar ekspor minyak mentah negara itu dikirim melalui fasilitas yang berada di pulau tersebut. Kehilangan kendali atas kawasan itu berpotensi menjadi pukulan berat bagi sumber pendapatan utama Teheran.

Ancaman terhadap Kharg Island muncul bersamaan dengan klaim Trump bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran kini hampir rampung.

Menurut Trump, para negosiator telah mencapai terobosan besar dan dokumen akhir perjanjian saat ini hanya tinggal menunggu penyelesaian teknis sebelum ditandatangani.

"Kami baru saja mencapai penyelesaian besar atas perang dengan Iran. Dokumennya sudah dalam tahap yang sangat final. Seharusnya bisa selesai dengan cepat," ujar Trump.

Presiden AS itu menegaskan bahwa inti dari kesepakatan tersebut adalah memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir di masa depan.

Trump juga mengklaim bahwa setelah perjanjian resmi ditandatangani, Selat Hormuz akan kembali dibuka secara normal sehingga dapat mengurangi tekanan terhadap pasar energi global yang selama ini terguncang akibat konflik di kawasan.

Ia menambahkan bahwa Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance diperkirakan akan menghadiri penandatanganan kesepakatan yang disebut dapat berlangsung di Eropa dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Efek Perang Iran-Amerika, Sejumlah Negara Dibidik Jadi Pemasok Minyak ke Indonesia

Meski negosiasi disebut hampir selesai, pernyataan terbaru Trump menunjukkan bahwa Washington masih mempertahankan tekanan maksimum terhadap Teheran. Dengan menjadikan Kharg Island sebagai kartu tawar, Amerika Serikat seolah mengirim pesan bahwa jalan diplomasi masih terbuka, tetapi konsekuensi yang lebih besar menanti jika Iran menolak kesepakatan yang sedang disusun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar