Kredit Foto: Istimewa
1. Multikomoditas raksasa: Selat Hormuz hanya dilewati oleh minyak bumi dan gas cair. Sementara itu, Selat Malaka dilewati oleh 16 juta barel minyak per hari ditambah dengan ratusan ribu kapal kargo yang membawa komponen elektronik, gandum, pakaian, hingga mesin pabrik.
2. Jantung ekonomi tiga raksasa dunia: Jalur ini menjadi jembatan tunggal yang menghubungkan aktivitas ekonomi tiga wilayah raksasa sekaligus, yaitu Eropa, India, dan Asia Timur seperti China, Jepang, serta Korea Selatan.
Baca Juga: Pengamat Militer: Perang Iran–AS Cuma Kedok Ekonomi Global
3. Kelemahan terbesar China (Malacca Dilemma): Selat Malaka adalah titik hidup dan mati bagi ekonomi China. Hampir 80% pasokan impor energi yang dibutuhkan untuk menghidupkan pabrik-pabrik di China wajib melewati selat ini.
4. Alternatif yang sangat mahal: Jika Selat Hormuz ditutup, minyak masih bisa dialirkan lewat pipa darat ke Laut Merah. Namun jika Selat Malaka ditutup, kapal-kapal dunia terpaksa memutar sangat jauh ke Selat Lombok atau Selat Sunda yang memicu kerugian waktu dan pembengkakan biaya logistik global hingga miliaran dolar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: