Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IWA 2026: Kepercayaan Digital Jadi Penentu Daya Saing Bisnis Website di Era AI

IWA 2026: Kepercayaan Digital Jadi Penentu Daya Saing Bisnis Website di Era AI Kredit Foto: Cloudera
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengubah cara website dibangun, tetapi juga menggeser faktor utama yang menentukan keberhasilan bisnis digital. Di tengah meningkatnya ancaman siber berbasis AI, kepercayaan digital kini menjadi aset ekonomi yang semakin penting bagi perusahaan yang mengandalkan layanan online.

Pesan tersebut mengemuka dalam Indonesia Website Awards (IWA) 2026 yang digelar Exabytes Indonesia di Jakarta, Kamis (11/6/2026). Mengusung tema “Securing Digital Trust in the AI Threat Era”, ajang penghargaan tahunan tersebut menyoroti perubahan lanskap industri website yang dipengaruhi pesatnya perkembangan teknologi AI.

Kemajuan AI telah menurunkan hambatan teknis dalam pengembangan website. Jika sebelumnya pembangunan situs membutuhkan waktu, sumber daya, dan keahlian khusus, kini berbagai teknologi AI memungkinkan pembuatan website dilakukan lebih cepat dan lebih mudah. Kondisi ini membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha, termasuk usaha kecil dan menengah, untuk memperluas jangkauan pasar melalui platform digital.

Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan baru. AI generatif turut dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk membuat serangan yang lebih canggih, mulai dari phishing otomatis, deepfake, hingga manipulasi identitas digital yang semakin sulit dibedakan dari konten asli.

VP & Country Manager Exabytes Indonesia, Indra Hartawan, mengatakan tantangan utama industri website saat ini tidak lagi sebatas aspek teknis maupun desain, melainkan bagaimana membangun kepercayaan pengguna di tengah meningkatnya risiko keamanan digital.

Menurutnya, terdapat tiga elemen utama yang harus menjadi perhatian pengembang website dan pelaku bisnis, yakni kecepatan, keamanan, dan kepercayaan. Kepercayaan tersebut dibangun melalui kepatuhan terhadap regulasi data, audit keamanan yang berkelanjutan, serta pengalaman pengguna yang baik.

Perubahan tersebut juga berdampak pada aspek ekonomi digital. Di tengah persaingan yang semakin terbuka, perusahaan yang mampu menjaga keamanan dan kredibilitas platform digitalnya berpotensi memperoleh keunggulan kompetitif. Sebaliknya, insiden keamanan siber dapat mengurangi kepercayaan konsumen dan berdampak langsung terhadap kinerja bisnis.

Fenomena itu sejalan dengan meningkatnya kekhawatiran global terhadap krisis kepercayaan digital. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai perusahaan, lembaga keuangan, dan institusi publik di sejumlah negara menghadapi peningkatan kasus penipuan yang memanfaatkan teknologi deepfake dan voice cloning untuk meniru identitas seseorang.

Di Indonesia, tren adopsi AI yang semakin luas membuat isu keamanan dan kepercayaan digital menjadi semakin relevan. Exabytes menilai kepercayaan digital kini bukan lagi nilai tambah, melainkan syarat utama bagi bisnis yang ingin bertahan dan berkembang di era internet modern.

Baca Juga: Komdigi Sebut Digitalisasi Tidak Hanya Menambah Aplikasi Pemerintah

Selain membahas ancaman siber, IWA 2026 juga menyoroti perubahan standar kualitas website. Tahun ini, aspek authority digital dan Generative Engine Optimization (GEO) menjadi salah satu fokus utama penilaian. GEO merupakan strategi agar website tidak hanya mudah ditemukan melalui mesin pencari konvensional, tetapi juga dikenali dan direkomendasikan oleh sistem AI generatif.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa persaingan website ke depan tidak hanya ditentukan oleh desain atau performa teknis, melainkan juga kemampuan membangun otoritas digital yang diakui oleh manusia maupun sistem AI.

Founder & Co-CEO Avonetiq, Alexandro Wibowo, menilai akuntabilitas menjadi faktor pembeda di tengah kemudahan yang ditawarkan AI. Menurutnya, website harus mampu merepresentasikan sebuah merek secara menyeluruh, mulai dari performa, desain, keamanan, hingga reputasi digital yang terbentuk di ekosistem AI.

Melalui IWA 2026, Exabytes menegaskan bahwa perkembangan AI menghadirkan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan secara optimal jika pelaku usaha mampu membangun kepercayaan digital yang kuat. Di tengah maraknya ancaman siber berbasis AI, kepercayaan menjadi mata uang baru yang menentukan kredibilitas, daya saing, dan keberlanjutan bisnis di dunia maya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: