Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Berpotensi Sedot Likuiditas Pasar Kripto

IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Berpotensi Sedot Likuiditas Pasar Kripto Kredit Foto: Bappebti
Warta Ekonomi, Jakarta -

Platform perdagangan aset kripto Bittime memperkirakan pasar kripto berpotensi menghadapi tekanan likuiditas dalam beberapa bulan mendatang seiring rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sejumlah perusahaan teknologi besar dunia, yakni SpaceX, OpenAI, dan Anthropic.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan skala besar IPO tersebut berpotensi menarik perhatian investor global untuk mengalihkan sebagian modalnya ke pasar saham Amerika Serikat, terutama ketika pasar kripto masih bergerak terbatas.

Menurut Ryan, kombinasi belum kuatnya arah pergerakan pasar kripto dan tingginya minat investor terhadap sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dapat mendorong rotasi likuiditas ke pasar saham AS dalam jangka pendek.

“IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic menawarkan eksposur langsung pada dua tema investasi yang saat ini paling diminati pasar global, yaitu AI dan teknologi luar angkasa. Dalam jangka pendek, kondisi ini berpotensi menarik sebagian likuiditas dari berbagai kelas aset, termasuk pasar kripto,” ujarnya.

Ryan menjelaskan, valuasi besar ketiga perusahaan tersebut berpotensi mendorong investor institusi maupun ritel melakukan rebalancing portofolio guna memperoleh eksposur terhadap saham-saham baru tersebut. Fenomena ini dinilai lazim terjadi ketika pasar memperoleh katalis investasi baru dengan prospek pertumbuhan tinggi.

Baca Juga: IPO SpaceX Berpotensi Kalahkan Aramco dan Alibaba, Permintaan Tembus US$250 Miliar

Baca Juga: Jelang IPO, SpaceX Kantongi Kontrak AI Rp16 Triliun per Bulan dari Google

Meski demikian, Bittime menilai potensi perpindahan dana tersebut tidak serta-merta menjadi sentimen negatif bagi aset digital dalam jangka panjang. Ryan menegaskan rotasi likuiditas merupakan bagian normal dari siklus pasar karena investor akan terus mencari peluang pertumbuhan terbaik.

“Ketika euforia IPO mereda, sebagian modal tersebut berpotensi kembali masuk ke aset digital, terutama jika pasar kripto kembali menunjukkan momentum penguatan dan didukung fundamental yang kuat,” katanya.

Lebih lanjut, Ryan mengingatkan investor untuk mencermati berbagai faktor yang memengaruhi pergerakan pasar, baik yang berasal dari industri kripto maupun perkembangan ekonomi dan pasar keuangan global.

Menurutnya, kehadiran IPO perusahaan-perusahaan teknologi besar menunjukkan semakin ketatnya persaingan dalam menarik perhatian investor global. Karena itu, pergerakan aset digital saat ini tidak hanya dipengaruhi faktor internal industri kripto, tetapi juga dinamika investasi global yang lebih luas.

Bittime menilai meningkatnya minat investor terhadap perusahaan teknologi global merupakan bagian dari tren diversifikasi investasi yang terus berkembang. Investor kini tidak lagi berfokus pada satu kelas aset, melainkan mulai mencari eksposur ke berbagai instrumen yang mencerminkan pertumbuhan ekonomi digital dan inovasi global.

Perusahaan juga menilai gelombang IPO perusahaan teknologi dan AI berpotensi menjadi salah satu katalis utama pasar keuangan global sepanjang 2026. Meski dapat memicu perpindahan likuiditas dari pasar kripto dalam jangka pendek, perkembangan tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap inovasi dan ekonomi digital yang pada akhirnya dapat memberikan dampak positif bagi ekosistem aset digital.

Bittime juga mencatat minat investor Indonesia terhadap aset tokenisasi atau real-world assets (RWA) terus meningkat. Beberapa aset yang banyak diminati antara lain Tether Gold (XAUT), Silver Token (SLVON), SP500 Tokenized ETF (SPYX), Tesla Tokenized Stock (TSLAX), dan Nasdaq Tokenized ETF (QQQX).

Menurut Bittime, tren tersebut menunjukkan investor semakin aktif mencari eksposur dan membangun portofolio yang lebih beragam melalui berbagai instrumen global, mulai dari komoditas, saham perusahaan teknologi, hingga indeks pasar saham Amerika Serikat. Hal itu juga mencerminkan semakin matangnya perilaku investasi masyarakat dalam menghadapi dinamika pasar global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: