Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Usai Dipuji Prabowo, Saham TINS, GIAA hingga SMGR Kompak Menghijau

Usai Dipuji Prabowo, Saham TINS, GIAA hingga SMGR Kompak Menghijau Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sejumlah saham badan usaha milik negara (BUMN) yang disinggung Presiden Prabowo Subianto dalam pidato penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 kompak menguat pada perdagangan Jumat (14/8/2026).

Saham PT Timah Tbk (TINS), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) seluruhnya diperdagangkan di zona hijau.

Berdasarkan data perdagangan hingga sekitar pukul 13.07 WIB, saham TINS naik 110 poin atau 2,96% ke level 3.830. Sementara saham SMGR menguat 50 poin atau 3,31% ke level 1.560, sedangkan GIAA naik 1 poin atau 1,39% ke posisi 73.

Penguatan tersebut terjadi setelah Prabowo memaparkan perbaikan kinerja sejumlah BUMN dalam pidatonya di hadapan DPR RI.

Prabowo menyebut PT Timah mencatat lonjakan laba yang signifikan sepanjang semester I-2026.

"Bayangkan dalam enam bulan tahun 2026 ini, PT Timah telah mencapai keuntungan Rp2,7 triliun. Sembilan kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata Prabowo.

Menurutnya, laba PT Timah meningkat sekitar 900% dibandingkan semester I-2025. Sejalan dengan itu, valuasi perusahaan juga melonjak sekitar 280% pada Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Karena PT Timah adalah Tbk, valuasinya sekarang naik 280% di bulan Agustus 2026 dibanding Agustus 2025," ujarnya.

Selain PT Timah, Prabowo juga menyoroti peningkatan kinerja PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Menurutnya, laba bersih emiten berkode SMGR tersebut melonjak 408,9% pada enam bulan pertama 2026.

"Untung bersih PT Semen Indonesia naik 408,9%," katanya.

Prabowo juga memaparkan perbaikan kinerja sejumlah BUMN lainnya, di antaranya laba bersih PT Pupuk Indonesia yang meningkat 252,8%, PT Pertamina 86%, Pegadaian 84,4%, Pelindo 60,4%, serta PTPN 54,4%.

Baca Juga: Nyaris Disuntik Mati Prabowo, Garuda Indonesia Ditargetkan Cetak Untung pada 2027

Baca Juga: Prabowo Klaim 1.000 Tambang Timah Ilegal Ditutup, Laba TINS Naik 804%

Baca Juga: IHSG Naik 0,56% Usai Pidato Prabowo, Asing Malah Kabur Rp377 Miliar

Sementara itu, untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Prabowo mengatakan maskapai pelat merah tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah pemerintah mengaktifkan kembali armada yang sebelumnya tidak beroperasi.

Hingga Juni 2026, jumlah pesawat Garuda Indonesia yang berhasil direaktivasi bertambah 20 unit sehingga total armada operasional mencapai 140 pesawat.

"Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung. Kalau kemarin tidak terjadi perang di Timur Tengah, sesungguhnya bulan Juli ini Indonesia sudah untung. Kita sekarang berharap di awal tahun 2027 mereka sudah mulai untung," ujar Prabowo.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri