Kado Istimewa, Perjanjian Damai Iran dan Amerika Jadi Cara Trump Rayakan Ultah ke-80
Kredit Foto: Istimewa
Kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran disebut menjadi hadiah ulang tahun paling istimewa bagi Presiden Donald Trump. Ungkapan itu disampaikan langsung oleh Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mike Waltz setelah Washington dan Teheran mencapai perjanjian yang mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju stabilitas baru di Timur Tengah.
Dalam pernyataannya di media sosial, Waltz memuji keberhasilan Trump mencapai kesepakatan dengan Iran dan menyebut momen tersebut sebagai cara luar biasa untuk merayakan hari ulang tahun Presiden AS tersebut. Trump diketahui berulang tahun pada tanggal 14 Juni. Ia kini berumur 80 tahun.
Baca Juga: 'Langka di Partai Itu,' Politikus Sekaliber Jokowi Diklaim Akan Sulit Didapatkan Lagi PDIP
"Ini adalah cara yang luar biasa untuk merayakan ulang tahun. Selamat, Tuan Presiden," ungkap Waltz, dikutip Senin (15/6).
Ia menilai Trump berhasil menempatkan kepentingan nasional AS di atas segalanya dengan merundingkan kesepakatan yang tidak hanya menjaga keamanan Amerika, tetapi juga mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
"Presiden telah mengutamakan negara kita dan merundingkan perjanjian damai yang akan menjaga kita tetap aman serta mencegah Iran memperoleh senjata nuklir," ujarnya.
Menurut Waltz, sejak awal pemerintahan Trump memaksimalkan seluruh daya tawar yang dimiliki AS, membatasi potensi korban, dan menggunakan kekuatan militer secara kredibel untuk memperoleh hasil terbaik.
Sementara itu, Trump sendiri menyambut kesepakatan tersebut sebagai terobosan bersejarah yang akan membawa perdamaian dan keamanan bagi seluruh kawasan Timur Tengah.
"Kesepakatan besar ini akan membawa perdamaian dan keamanan bagi seluruh kawasan," kata Trump.
Ia juga kembali menegaskan bahwa banyak presiden AS sebelumnya berupaya berdamai dengan Iran, namun seluruhnya gagal.
"Banyak presiden mencoba berdamai dengan Iran dan semuanya gagal sebelum saya," ujar Trump.
Trump menyebut para pemimpin di Timur Tengah akhirnya menemukan seorang presiden AS yang mampu membantu mewujudkan perdamaian nyata di kawasan yang selama puluhan tahun dilanda konflik.
Selain itu, Trump menegaskan kesepakatan tersebut akan membuka kembali Selat Hormuz setelah proses penandatanganan resmi dilakukan pada Jumat mendatang.
"Dengan dibukanya selat setelah penandatanganan perjanjian, minyak akan kembali mengalir dari kedua sisi kawasan dan ke seluruh dunia," katanya.
Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan damai setelah melalui negosiasi intensif. Perjanjian tersebut mencakup penghentian operasi militer secara segera dan permanen di seluruh front konflik, termasuk di Lebanon.
Kesepakatan ini dipandang sebagai salah satu pencapaian diplomatik terbesar dalam beberapa tahun terakhir karena tidak hanya berpotensi mengakhiri ketegangan antara Washington dan Teheran, tetapi juga membuka kembali jalur energi global dan menurunkan risiko konflik di Timur Tengah.
Baca Juga: Basket Kalahkan Demam Piala Dunia 2026: Warga Amerika Pilih Nonton Knicks Ketimbang Sepak Bola
Bagi Trump, momentum tercapainya perdamaian dengan Iran tampaknya menjadi hadiah ulang tahun yang tidak hanya bersifat personal, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu warisan politik terbesarnya di panggung internasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: