Kian Tak Terbendung, Hampir 63% Mobil yang Terjual di China Dikuasai Kendaraan Listrik
Kredit Foto: XPeng
Dominasi kendaraan listrik di pasar otomotif China semakin sulit dibendung. Meski berbagai insentif pemerintah mulai dikurangi, penjualan kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) justru terus menguat dan berhasil menguasai 62,9 persen pangsa pasar ritel pada Mei 2026.
Data dari China Passenger Car Association (CPCA) yang dikutip dari Carnewschina menunjukkan, total penjualan mobil ritel di Negeri Tirai Bambu sepanjang Mei 2026 mencapai sekitar 1,51 juta unit. Angka tersebut memang turun 22,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, tetapi naik 9,2 persen dibandingkan April 2026.
Secara kumulatif, penjualan ritel dari Januari hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 7,099 juta unit atau turun 19,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menariknya, pelemahan pasar lebih banyak terjadi pada kendaraan bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE). Pangsa pasarnya menyusut menjadi hanya 37,1 persen dengan penjualan sekitar 560 ribu unit dan disebut menyumbang sekitar 82 persen dari total penurunan penjualan secara tahunan.
Baca Juga: Tren Mobil Listrik, PHEV Bakal jadi Motor Pertumbuhan Baru Industri Otomotif
Mengutip laporan The 21st Century Economic, percepatan peralihan dari mobil konvensional ke kendaraan listrik juga dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak yang membuat masyarakat semakin mempertimbangkan biaya operasional kendaraan.
Dengan kondisi tersebut, tingkat penetrasi kendaraan energi baru di pasar ritel China menembus 62,9 persen. Kategori ini mencakup Battery Electric Vehicle (BEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), serta Extended Range Electric Vehicle (EREV).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: