- Home
- /
- Government
- /
- Government
Rosan Pamer Investor Rebutan Obligasi Danantara, Pesanan Tembus US$4,6 Miliar
Kredit Foto: Istihanah
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mencatat tingginya minat investor global terhadap penerbitan obligasi internasional perdana (global bond). Permintaan investor mencapai sekitar US$4,6 miliar atau 4,6 kali lebih besar dibandingkan target awal penghimpunan dana sebesar US$1 miliar.
Tingginya permintaan tersebut mendorong Danantara menaikkan nilai penerbitan obligasi menjadi US$1,5 miliar.
Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan capaian tersebut diperoleh setelah Danantara melakukan rangkaian roadshow ke sejumlah pusat keuangan dunia dan bertemu dengan sekitar 122 investor internasional.
"Dari rencana US$1 miliar yang kami ingin capai, book building yang masuk itu kurang lebih US$4,6 miliar," ujar Rosan dalam agenda Keterangan Pers Menteri Sekretaris Negara dan Menteri Investasi di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Menurut Rosan, respons investor yang jauh melampaui ekspektasi menjadi sinyal kuat terhadap kepercayaan pasar global terhadap prospek investasi Indonesia dan strategi investasi yang dijalankan Danantara.
"Sehingga melihat book building yang begitu tinggi artinya kami meng-upsize atau meningkatkan dari US$1 miliar menjadi US$1,5 miliar," katanya.
Dana yang dihimpun melalui penerbitan obligasi tersebut dibagi ke dalam dua tenor, yakni lima tahun dan sepuluh tahun.
Untuk obligasi tenor lima tahun, investor asal Eropa mendominasi dengan porsi sekitar 41% dari total pemesanan. Sementara itu, pada obligasi tenor sepuluh tahun, investor dari Amerika Serikat menjadi kontributor terbesar dengan porsi mencapai 52%.
Baca Juga: Soal Transparansi Danantara, Rosan: Kami Tampilkan Data Apa Adanya
Baca Juga: Laris Manis! Obligasi Perdana Danantara Indonesia Raup Minat USD4,6 Miliar
Baca Juga: Saham Himbara Bawa IHSG Terbang, Danantara: Bukti BUMN Sedang di Puncak Performa
Asal tahu saja, Danantara melakukan roadshow ke sejumlah pusat keuangan dunia sejak awal Juni 2026, termasuk Hong Kong, Singapura, Boston, London, dan New York. Dalam rangkaian pertemuan tersebut, manajemen bertemu dengan sekitar 122 investor dari berbagai negara.
“Kami menemui 122 investor dari berbagai macam negara. Setelah perjalanan kami itu, setelah kami temui, kita mengadakan bookbuilding. Responsnya sangat baik,” kata Rosan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: