Kredit Foto: Istimewa
Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, mendorong penanaman 2 miliar pohon di Indonesia dengan penguatan bambu sebagai solusi berbasis alam.
Menurut Jumhur, penanaman pohon ini merupakan bagian dari tobat ekologis, yakni perubahan cara pandang dan perilaku manusia sebagai fondasi pemulihan lingkungan.
Program besar ini menjadi agenda nasional untuk pemulihan ekosistem, rehabilitasi lahan kritis, dan penguatan ketahanan lingkungan. Dalam konteks tersebut, bambu dipilih sebagai vegetasi penting karena memiliki fungsi ekologis menjaga tata air, mengendalikan erosi, menyerap karbon, sekaligus memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Jumhur dalam acara “Sarasehan Gerakan Menanam Bambu – Selamatkan Bumi” di Bogor, Jawa Barat, sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Baca Juga: Perluas Hutan Petrofin, Elnusa Petrofin Tambah 2.250 Pohon untuk Dukung Dekarbonisasi Nasional
“Penanaman 2 miliar pohon ini adalah bagian dari gerakan tobat ekologis. Salah satu implementasinya adalah pengembangan bambu sebagai solusi berbasis alam yang mampu menjaga tata air, mengurangi erosi, dan menyerap karbon,” tambahnya, dikutip dari siaran pers KLH, Selasa (16/6).
KLH/BPLH saat ini terus memperkuat upaya rehabilitasi lingkungan melalui peningkatan tutupan lahan, pemulihan daerah aliran sungai (DAS), serta penguatan ekonomi hijau berbasis masyarakat. Gerakan Menanam Bambu Nusantara diharapkan menjadi salah satu penggerak utama dalam mendukung agenda tersebut secara berkelanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya