Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ekonom AS Warning! 'Angin Perang Tak Akan Hilang' Meski Selat Hormuz Dibuka

Ekonom AS Warning! 'Angin Perang Tak Akan Hilang' Meski Selat Hormuz Dibuka Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan penasihat ekonomi Presiden AS ke-40 Ronald Reagan, Steve Hanke, menilai perusahaan pelayaran dan asuransi tetap berhati-hati meskipun Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat membuka kembali Selat Hormuz.

Menurut Hanke, kedua sektor tersebut masih mempertahankan premi risiko perang yang tinggi. Selain itu, ancaman ranjau laut membuat jalur perdagangan tidak bisa langsung normal karena proses pembersihan membutuhkan waktu berminggu-minggu.

'Kesepakatan AS-Iran dapat membuka kembali Selat Hormuz. Namun, perusahaan pelayaran tetap waspada. Begitu pula perusahaan asuransi. Mereka mempertahankan premi risiko perang yang tinggi. Jika itu belum cukup buruk, pembersihan ranjau membutuhkan waktu berminggu-minggu,' tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (17/6).

Profesor Ekonomi Terapan di Johns Hopkins University itu menegaskan ketegangan geopolitik di kawasan Teluk Persia masih akan berlanjut.

“ANGIN PERANG TIDAK AKAN HILANG DALAM WAKTU DEKAT,” tandasnya.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan damai dengan Iran telah tercapai. Ia bahkan menyatakan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur vital distribusi minyak dunia, serta pencabutan blokade Angkatan Laut AS.

Baca Juga: 'Pulang Usai Laga Sudah Aturan,' Amerika Ogah Beri Keringanan ke Timnas Iran di Piala Dunia 2026

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak! Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya dan secara bersamaan mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!," tulisnya di Truth Social.

Sebagai informasi, penandatanganan resmi dokumen MoU antara AS dan Iran dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026 di Jenewa, Swiss.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya