Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Geram Pebalap Liar Medan Berani Tantang Petugas, Ahmad Sahroni: Sita Kendaraannya!

Geram Pebalap Liar Medan Berani Tantang Petugas, Ahmad Sahroni: Sita Kendaraannya! Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, meminta aparat kepolisian bertindak tegas menyusul viralnya aksi balap liar yang menantang petugas di Kota Medan, Sumatera Utara.

Sahroni mendesak Polrestabes Medan segera mengidentifikasi para pelaku dan memberikan sanksi berat, termasuk penyitaan kendaraan.

Aksi provokatif tersebut diketahui terjadi di kawasan Simpang Manhattan/Ringroad, Medan, pada Minggu (14/6/2026). Saat satu unit mobil patroli kepolisian datang untuk membubarkan balapan, sejumlah remaja justru nekat menggeber-geber knalpot kendaraan mereka di hadapan petugas.

"Saya minta Polrestabes Medan segera identifikasi dan tindak para pelaku. Berikan sanksi tilang, periksa kelengkapan surat-surat kendaraannya, dan cek juga status pajaknya," kata Sahroni kepada wartawan, Rabu (17/6/2026).

Politisi Partai NasDem ini meyakini bahwa kendaraan yang digunakan untuk aksi ilegal tersebut mayoritas tidak tertib administrasi. Oleh karena itu, sanksi tegas di tempat sangat diperlukan untuk memberikan efek jera.

"Saya yakin model-model seperti ini banyak yang tidak lengkap administrasinya atau bahkan pajaknya mati. Kalau ditemukan pelanggaran, ya tindak sesuai aturan, termasuk penyitaan kendaraan bila diperlukan. Harus ada efek jera agar mereka tidak mengulangi perbuatannya," ujar Sahroni.

Sahroni menilai tindakan para remaja tersebut sudah kelewat batas. Selain mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lain, sikap menantang aparat penegak hukum dinilai dapat merusak wibawa kepolisian jika dibiarkan tanpa tindakan nyata.

"Yang lebih parah, saat dibubarkan polisi mereka malah menggeber-geber kendaraan seolah menantang aparat penegak hukum. Kalau sikap seperti ini dibiarkan, nanti akan ditiru oleh yang lain. Jadi memang harus ditindak dan diberi sanksi tegas," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat