Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Merger Asuransi BUMN Masuk Tahap Integrasi, Target Selesai Tahun Depan

Merger Asuransi BUMN Masuk Tahap Integrasi, Target Selesai Tahun Depan Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara Indonesia mempercepat konsolidasi perusahaan asuransi milik negara di bawah Indonesia Financial Group (IFG). Proses merger ditargetkan rampung pada 2026 dengan tujuan memangkas jumlah perusahaan asuransi BUMN dari 15 entitas menjadi tiga perusahaan utama.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria dan Direktur Utama IFG Hexana Tri Sasongko telah membahas perkembangan proses konsolidasi perusahaan asuransi BUMN. Pembahasan mencakup integrasi bisnis, penguatan tata kelola, optimalisasi permodalan, hingga sinergi antarentitas yang akan tergabung dalam perusahaan hasil merger.

“Konsolidasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat industri asuransi BUMN agar lebih sehat, efisien, dan kompetitif,” ujar Dony dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/2026).

Konsolidasi tersebut merupakan bagian dari agenda restrukturisasi BUMN yang lebih luas. Danantara menargetkan jumlah anak dan cucu usaha BUMN menyusut drastis dari 1.043 entitas menjadi sekitar 300 entitas.

Di sektor asuransi, pemerintah akan mengelompokkan bisnis ke dalam tiga perusahaan berdasarkan lini usaha utama, yakni asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit.

"Asuransi dari 15 akan menjadi 3, kita akan punya satu life insurance, satu general insurance dan satu credit insurance," kata Dony dalam CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta.

Menurut Dony, konsolidasi tidak sekadar menyederhanakan struktur korporasi, tetapi juga bertujuan memperkuat kapasitas industri asuransi BUMN dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berkembang. Dengan skala usaha yang lebih besar, perusahaan hasil merger diharapkan memiliki efisiensi operasional yang lebih tinggi, struktur permodalan yang lebih kuat, dan daya saing yang lebih baik.

BP BUMN dan Danantara menilai penggabungan tersebut akan menjadi fondasi pembentukan ekosistem asuransi BUMN yang lebih terintegrasi. Selain meningkatkan efisiensi, konsolidasi juga diharapkan memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko dan memperluas kapasitas bisnis di tengah meningkatnya kebutuhan perlindungan asuransi nasional.

Saat ini, proses konsolidasi masih berlangsung dengan fokus pada penyelarasan model bisnis, tata kelola, serta struktur permodalan sebelum merger seluruh entitas asuransi BUMN diselesaikan pada 2026.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri