Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Bentuk DDMF, Dana Danantara Siap Biayai Mobil Nasional hingga Giant Sea Wall

Prabowo Bentuk DDMF, Dana Danantara Siap Biayai Mobil Nasional hingga Giant Sea Wall Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Danantara Development Management Fund (DDMF) sebagai instrumen baru di bawah Danantara untuk membiayai proyek-proyek strategis jangka panjang yang dinilai belum menarik bagi investasi komersial. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung proyek mobil nasional, motor nasional, hingga pembangunan Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa.

Kebijakan itu disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo mengatakan masyarakat perlu mengenal DDMF sebagai bagian dari strategi pemanfaatan dana kedaulatan Indonesia untuk pembangunan jangka panjang.

"Hari ini saya ingin masyarakat mengenal Danantara Development Management Fund atau DDMF. Danantara adalah dana kedaulatan kita. Danantara harus menjadi pembangun kapasitas bangsa untuk puluhan tahun mendatang," ujar Prabowo.

Menurutnya, DDMF dibentuk sebagai instrumen yang bertugas menyiapkan, mengembangkan, sekaligus membiayai proyek-proyek strategis yang memiliki nilai penting bagi masa depan Indonesia, tetapi belum dapat didanai melalui skema investasi komersial jangka pendek.

"DDMF adalah instrumen yang menyiapkan, mengembangkan, dan membiayai proyek strategis jangka panjang yang penting bagi bangsa, tetapi belum dapat dibiayai dengan investasi komersial jangka pendek," katanya.

Prabowo menjelaskan, melalui DDMF, dana kedaulatan Indonesia akan diinvestasikan secara disiplin dan profesional ke sejumlah proyek transformasional nasional. Beberapa proyek yang telah disiapkan antara lain pengembangan mobil nasional, motor nasional, serta pembangunan Giant Sea Wall.

"Melalui DDMF, dana kedaulatan Indonesia akan ditanamkan secara disiplin dan profesional pada proyek mobil nasional, proyek motor nasional, proyek Giant Sea Wall, dan proyek-proyek transformasional lain yang dibutuhkan bangsa," ujarnya.

Salah satu proyek yang menjadi prioritas pemerintah adalah pembangunan Giant Sea Wall di pesisir utara Pulau Jawa. Menurut Prabowo, proyek tersebut tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir rob dan perlindungan kawasan pesisir, tetapi juga menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi baru.

Prabowo mencontohkan Belanda yang membangun tanggul laut sebagai investasi jangka panjang untuk melindungi wilayahnya dari ancaman bencana.

"Kita harus belajar dari Belanda. Belanda membangun infrastruktur perlindungan jangka panjang tanpa perlu menunggu bencana. Giant Sea Wall di Belanda kini melindungi jutaan penduduk Belanda dan menjadi simbol kemampuan teknologi nasional Belanda," katanya.

Ia menegaskan, Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa harus segera dibangun sebagai sabuk perlindungan bagi jutaan masyarakat di kawasan Pantura. Selain berfungsi sebagai pelindung pesisir, proyek tersebut juga diharapkan menjadi infrastruktur penyedia air, menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus meningkatkan kemampuan rekayasa dan teknologi nasional.

"Giant Sea Wall kita di Pantai Utara Jawa harus dibangun segera dan menjadi sabuk perlindungan bagi jutaan warga Pantura. Selain itu, Giant Sea Wall kita harus menjadi infrastruktur air, jalur pertumbuhan baru, dan proyek rekayasa yang membangun kemampuan anak bangsa," ujar Prabowo.

Baca Juga: Danantara Siapkan DDMF untuk Bangun Giant Sea Wall Pantura, Ditargetkan Rampung 8 Tahun

Baca Juga: Prabowo Resmi Umumkan Lokasi PFII Berlokasi di Jakarta dan Bali

Presiden memperkirakan pembangunan Giant Sea Wall membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 tahun apabila dilakukan secara bertahap. Namun, apabila proyek dikerjakan secara bersamaan dalam 15 segmen, penyelesaiannya diperkirakan dapat dipercepat menjadi sekitar delapan tahun.

"Mungkin akan butuh 15 hingga 20 tahun untuk kita menyelesaikan pembangunan Giant Sea Wall, tapi kita harus mulai. Pembangunan ini kita bagi ke 15 segmen, dan jika dilaksanakan serentak bisa delapan tahun selesai," kata Prabowo.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri