Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Heboh Menag Disebut Samakan Pemerintah dengan Fir'aun, Kemenag: Ada Kalimat yang Dipotong

Heboh Menag Disebut Samakan Pemerintah dengan Fir'aun, Kemenag: Ada Kalimat yang Dipotong Kredit Foto: Kemenag
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Agama buka suara setelah muncul tudingan bahwa Menteri Agama Nasaruddin Umar menyamakan pemerintah dengan Fir’aun. Narasi tersebut dinilai muncul karena adanya pemotongan pernyataan yang tidak utuh.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menegaskan bahwa ucapan Menag telah dipelintir sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Menurut Kamaruddin, inti pesan yang ingin disampaikan Menag adalah pentingnya menjaga kesantunan saat menyampaikan kritik kepada siapa pun, termasuk kepada pemerintah.

“Ini bukan berarti Menag menyamakan pemerintah dengan Fir’aun. Menag menegaskan bahwa orang seperti Firaun pun juga perlu diberikan bahasa santun. Lalu Menag melanjutkan dengan menegaskan, apalagi kalau orang yang akan diberi nasihat atau aspirasi itu bukan Fir’aun,” kata Kamaruddin Amin, dikutip dari laman resmi Kemenag, Kamis (18/6/2026).

Kamaruddin mengaku telah mendengarkan rekaman lengkap pernyataan Nasaruddin saat menjawab pertanyaan wartawan di Makassar. Dari rekaman tersebut, ia menemukan adanya bagian penting yang hilang dalam banyak pemberitaan maupun narasi yang beredar.

Baca Juga: Menag Dituding Samakan Pemerintah dengan Fir’aun, Ini Pernyataan Lengkapnya

“Saya sudah mendengarkan rekaman pernyataan Menag saat ditanya media di Makassar. Dan dalam rekaman itu tegas disebutkan bahwa Menag menutup pernyataan dengan kalimat ‘apalagi kalau orang itu bukan Fir’aun’. Frasa ini yang tidak dituliskan dalam banyak narasi dan berita,” sambungnya.

Ia menilai pernyataan Menag justru menegaskan pentingnya etika dalam berdialog. Bahkan kepada Fir’aun yang dikenal zalim dan menentang ajaran Nabi Musa, Allah tetap memerintahkan penyampaian dakwah dengan bahasa yang lembut.

Dari sudut pandang itu, Kamaruddin mengatakan tidak logis jika ucapan Menag kemudian ditafsirkan sebagai upaya menyamakan pemerintah dengan Fir’aun.

Menurutnya, Menag justru ingin menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto yang merupakan seorang muslim dan sedang menjalankan berbagai program untuk masyarakat tentu lebih layak mendapatkan penyampaian aspirasi yang santun.

Baca Juga: Cara Daftar Nikah Massal Kemenag 2026, Peserta Berpeluang Dapat Modal Usaha

“Apalagi jika ada orang yang ingin menyampaikan aspirasi kepada Presiden Prabowo yang jelas muslim, mukmin, dan bahkan sedang berjuang menyejahterakan masyarakat Indonesia melalui beragam program afirmasinya,” ujarnya.

Kamaruddin pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh potongan informasi yang tidak utuh.

“Mari hindari memotong kalimat hanya untuk memancing emosi dan memunculkan kesalahpahaman. Mari jauhi upaya adu domba dan tetap jaga persatuan bangsa,” ajak Sekjen Kemenag.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri