Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jangan Panik, Gema Goeyardi Sebut Pelemahan IHSG Hanya Koreksi Sehat

Jangan Panik, Gema Goeyardi Sebut Pelemahan IHSG Hanya Koreksi Sehat Kredit Foto: Astronacci
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah reli tajam dalam sepekan terakhir dinilai masih merupakan bagian dari koreksi sehat dan belum mengubah tren kenaikan yang terbentuk sejak awal Juni 2026.

CEO dan Founder Astronacci International Gema Goeyardi mengatakan penurunan indeks yang terjadi setelah penguatan signifikan merupakan kondisi yang wajar mengingat pasar telah memasuki area resistensi yang sebelumnya telah dipetakan melalui analisis siklus waktu (time trading).

“Turunnya IHSG setelah sempat menguat bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Setelah kenaikan yang menembus 18% dari area bottom 9 Juni, market memang memasuki area time resistance yang sebelumnya telah kami identifikasi pada tanggal 15 Juni dan 17 Juni. Dalam kondisi seperti ini, profit taking dan koreksi sehat merupakan hal yang wajar terjadi,” ujar Gema Goeyardi dalam riset yang dipublikasikan pada 17 Juni 2026.

Menurut Gema, fokus investor seharusnya tidak hanya tertuju pada pelemahan harian indeks, melainkan pada kemampuan IHSG mempertahankan struktur higher low yang terbentuk sejak pembalikan arah pada 9 Juni 2026.

“Selama area support penting masih mampu dipertahankan dan tidak terjadi breakdown ke bawah area low sebelumnya, kami melihat koreksi yang terjadi saat ini masih merupakan bagian normal dari proses pembentukan tren naik yang lebih besar. Karena itu, investor dan trader tidak perlu panik. Justru yang perlu dipersiapkan adalah strategi re-akumulasi ketika harga mulai memasuki area-area support penting dan muncul konfirmasi pembalikan arah berikutnya,” tambahnya.

Pandangan tersebut didasarkan pada proyeksi Astronacci yang sebelumnya memperkirakan IHSG berpotensi membentuk titik balik (reversal) pada 9 Juni 2026 setelah mengalami tekanan jual selama beberapa bulan.

Dalam riset yang dipublikasikan sebelumnya, Astronacci mengidentifikasi 9 Juni 2026 sebagai time bottom berdasarkan akumulasi sejumlah time cluster yang berasal dari kombinasi siklus financial astrology, termasuk new moon dan moon declination.

“Berdasarkan analisis tersebut, Astronacci mengidentifikasi area 9 Juni 2026 sebagai time bottom atau titik waktu minimum yang berpotensi menjadi awal pembalikan arah pasar,” ungkap Gema.

Setelah mencapai titik tersebut, IHSG tercatat menguat hingga lebih dari 18% menuju area resistensi waktu yang dipetakan pada 15 Juni 2026.

Astronacci menilai kenaikan tersebut menunjukkan pasar telah memasuki fase pemulihan setelah periode koreksi yang panjang. Karena itu, koreksi yang muncul setelah reli dinilai lebih merefleksikan aksi ambil untung dibandingkan perubahan tren.

Selain mencermati pergerakan indeks, Astronacci juga mengingatkan investor untuk menerapkan manajemen risiko melalui pengambilan keuntungan secara bertahap setelah pasar mencapai area resistensi yang telah ditentukan sebelumnya.

Baca Juga: Tunggu Putusan MSCI, IHSG Tergelincir 1,06% ke Level 6.154

Baca Juga: IHSG Berpotensi Tembus 6.700, Sucor Nilai Valuasi Saham RI Sudah Murah

Menurut Gema, pelaku pasar perlu menunggu konfirmasi pergerakan harga berikutnya untuk memastikan apakah IHSG akan melanjutkan penguatan atau memasuki fase koreksi yang lebih dalam. Konfirmasi tersebut dapat dilihat dari kemampuan indeks mempertahankan level support dan struktur higher low yang telah terbentuk.

Di sisi lain, Gema juga menyoroti pergerakan nilai tukar rupiah yang menurutnya bergerak sesuai dengan target analisis sebelumnya. Setelah sempat mencapai area 18.220 per dolar AS, rupiah kembali menguat ke kisaran 17.700 per dolar AS.

Astronacci menilai kondisi pasar yang masih dipenuhi ketidakpastian menuntut investor untuk lebih fokus pada mitigasi risiko dan disiplin menjalankan strategi investasi dibandingkan bereaksi terhadap volatilitas jangka pendek.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri