Kredit Foto: BPMI
CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menilai fokus utama industri perbankan saat ini bukan hanya pada pergerakan suku bunga acuan atau BI Rate, melainkan bagaimana meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor perbankan.
Menurut Rosan, kinerja perbankan nasional dalam setahun terakhir menunjukkan tren yang positif. Ia mencatat penyaluran kredit perbankan tumbuh rata-rata sekitar 15% sepanjang periode 2025 hingga 2026.
"Yang paling penting adalah bagaimana perbankan ini meningkatkan efisiensi dan produktivitasnya. Dalam perjalanan setahun ini dari 2025 sampai 2026, lending perbankan kita average naik 15 persen," ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Selain pertumbuhan kredit, Rosan mengatakan kondisi likuiditas perbankan juga masih terjaga. Hal itu tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang masih mencatatkan kenaikan dua digit.
Ia juga menyoroti kualitas aset perbankan yang tetap sehat. Menurutnya, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) masih berada pada level rendah.
"Likuiditas, dana pihak ketiga terjaga juga naik dobel digit. Yang penting juga NPL atau non-performing loan bank kita itu, Mandiri hanya 0,9 persen. Jadi average NPL bank Himbara antara 0,9 sampai 1,8 persen pada saat ini," katanya.
Baca Juga: BI Rate Naik, Amar Bank Pilih Tahan Suku Bunga Kredit dan Simpanan
Rosan menilai peningkatan efisiensi menjadi kunci agar sektor perbankan tetap mampu menyalurkan kredit secara optimal kepada masyarakat dan dunia usaha, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meskipun terdapat dinamika suku bunga.
"Justru hal itu yang mesti diperbaiki, yang bisa ditingkatkan efisiensinya. Sehingga walaupun ada kenaikan suku bunga, lending kepada masyarakat, kepada dunia usaha terutama UMKM bisa tetap terjaga di level yang baik, di level yang sama," ujarnya.
Saat ditanya apakah Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan khusus agar perbankan menahan suku bunga kredit, Rosan membantah hal tersebut.
"Tidak ada, tidak ada," kata Rosan.
Ia menegaskan pemerintah saat ini lebih mendorong penguatan fundamental industri perbankan agar tetap sehat, efisien, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit yang berkelanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah
Tag Terkait: