Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pakar IPB Ungkap Teknologi yang Berpotensi Selamatkan Industri Susu Nasional

Pakar IPB Ungkap Teknologi yang Berpotensi Selamatkan Industri Susu Nasional Kredit Foto: Dok. Greenfields.

“Cara kerjanya sangat menarik karena menggabungkan bioteknologi dan sensor optik untuk mendeteksi kontaminan susu dalam waktu singkat. Kualitas susu dapat diketahui hanya dalam tiga menit, jauh lebih cepat dibandingkan pengujian laboratorium yang biasanya memerlukan waktu dua hingga tiga hari,” kata Prof. Ronny dikutip dari laman resmi IPB, Jumat (19/6/2026).

Kemampuan deteksi yang cepat memungkinkan industri mengelola susu secara lebih efisien. Susu dengan kadar protease tinggi, misalnya, tidak harus langsung dibuang, melainkan dapat dialihkan menjadi produk olahan seperti keju atau yogurt sehingga mengurangi pemborosan dan lebih ramah lingkungan.

“Di pabrik, sampel susu dapat diuji secara langsung menggunakan Cyber Tongue. Jika kadar protease tinggi, susu bisa diarahkan untuk produk fermentasi. Sebaliknya, jika kadarnya rendah, susu aman untuk diproses menjadi produk UHT atau didistribusikan untuk penyimpanan jangka panjang,” tambahnya.

Baca Juga: Industri Susu RI Masih Bergantung Impor, Pasokan Lokal Terus Diperkuat

Menurut data Food and Agriculture Organization (FAO), produksi susu dunia pada 2024 diperkirakan mencapai 979 juta ton. Sementara itu, studi lembaga riset susu dan pangan independen asal Belanda, NIZO, menunjukkan bahwa hingga seperenam dari total produksi tersebut atau lebih dari 150 juta ton berpotensi terbuang.

Selain mampu melakukan analisis dengan cepat, Cyber Tongue juga dapat digunakan langsung di lapangan untuk mendeteksi berbagai kontaminan, mulai dari protease, laktosa, alergen, hingga toksin. Berdasarkan estimasi tim pengembangnya, teknologi ini berpotensi mencegah lebih dari 70 juta ton susu terbuang setiap tahun.

“Inovasi ini membawa harapan baru bagi industri susu global. Ke depan, Cyber Tongue berpotensi menjadi standar pengujian kualitas susu sekaligus mendukung keberlanjutan pangan melalui pengurangan limbah,” tutup Prof. Ronny.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman