Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Kami Tidak Punya Uang,' Amerika Tak Akan Gelontorkan Ratusan Miliar Dolar ke Iran

'Kami Tidak Punya Uang,' Amerika Tak Akan Gelontorkan Ratusan Miliar Dolar ke Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah keras laporan yang menyebut Washington akan terlibat dalam pendanaan rekonstruksi dan investasi di Iran pasca-kesepakatan damai kedua negara.

Trump menyebut laporan mengenai dana investasi dan rekonstruksi senilai US$300 miliar sebagai informasi yang tidak benar.

Baca Juga: Bocoran Intel China Soal Jalan Negosiasi Kedua Iran dan Amerika: Jauh Lebih Alot

"Itu salah. Salah," kata Trump, dikutip Kamis (18/6).

Trump menegaskan pemerintah AS tidak memiliki dana khusus untuk Iran dan tidak akan mengeluarkan uang dalam bentuk apa pun untuk mendukung investasi di negara tersebut.

"Kami tidak berinvestasi. Kami bahkan tidak mengeluarkan sepuluh sen pun. Kami tidak memiliki dana itu," ujarnya.

Menurut Trump, pihak lain, termasuk negara-negara Teluk, memiliki hak untuk berinvestasi di Iran apabila menginginkannya. Namun, keputusan tersebut bukan bagian dari kebijakan pemerintah AS.

"Jika mereka ingin melakukannya, silakan saja. Tapi itu terserah mereka," katanya.

Trump juga membantah bahwa dirinya telah meminta negara-negara Teluk untuk ikut mendanai program investasi atau rekonstruksi di Iran.

"Tidak, saya tidak memintanya," tegasnya.

Ia menambahkan, sekalipun ada pihak yang berminat berinvestasi di Iran, langkah tersebut kemungkinan tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Jika mereka melakukannya, silakan. Tetapi saya rasa mereka tidak akan melakukannya untuk sementara waktu sampai mereka melihat perilaku Iran," ujar Trump.

Pernyataan Trump muncul di tengah beredarnya bocoran memorandum of understanding (MoU) antara AS dan Iran yang menyebut adanya rencana pembentukan dana rekonstruksi dan investasi pascaperang.

Namun, Gedung Putih hingga kini belum merilis dokumen resmi perjanjian tersebut kepada publik.

Trump menegaskan, kesepakatan yang dicapai saat ini hanya berupa nota kesepahaman dan belum bersifat final.

Baca Juga: Serius Evaluasi, Pemerintah Indonesia Tak Lagi Berikan Insentif Tinggi untuk Semua Dapur MBG

Dengan bantahan tersebut, Washington berupaya menepis anggapan bahwa perdamaian dengan Teheran akan dibayar dengan konsesi finansial besar dari Amerika Serikat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar