Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Menko AHY Contohkan Jepang sebagai Negara Kepulauan yang Sukses Taklukkan Tantangan Geografis

Menko AHY Contohkan Jepang sebagai Negara Kepulauan yang Sukses Taklukkan Tantangan Geografis Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengajak para Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk tidak menjadikan kondisi geografis Indonesia sebagai alasan ketertinggalan pembangunan.

Belajar dari Jepang, AHY menegaskan bahwa tantangan geografis harus ditaklukkan, bukan sekadar diterima sebagai takdir.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan kuliah umum (Studium Generale) di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, pada Kamis (18/6/2026).

"Geografi adalah tantangan yang harus ditaklukkan, bukan takdir yang harus diterima. Pembangunan Indonesia tidak bisa Jawa-sentris. Pembangunan harus dirasakan secara merata, dari Aceh sampai Papua," ujar AHY di hadapan para Praja.

Dalam paparannya, AHY mencontohkan Jepang sebagai negara kepulauan yang minim sumber daya alam dan rawan bencana, namun sukses bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi dunia.

Menurutnya, kesuksesan Jepang membuktikan bahwa keterbatasan geografis bisa diubah menjadi kekuatan melalui produktivitas dan daya saing.

Indonesia sendiri memiliki karakteristik unik sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan dua pertiga wilayahnya berupa lautan. Kondisi ini memicu tingginya biaya logistik dan ketimpangan konektivitas antardaerah.

Oleh karena itu, AHY menekankan pentingnya pembangunan nasional yang berorientasi pada konektivitas terintegrasi mencakup transportasi laut, udara, jalan raya, hingga perkeretaapian.

Lebih lanjut, Menko Infrastruktur ini menjelaskan bahwa esensi pembangunan infrastruktur bukan sekadar fisik, melainkan upaya memangkas jarak ekonomi dan menghadirkan pelayanan publik yang setara.

"Seorang petani di Papua, nelayan di Maluku, pelaku UMKM di Nusa Tenggara, maupun masyarakat di Pulau Jawa harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan, layanan kesehatan, pasar, dan peluang ekonomi," jelasnya.

Ia menambahkan, Indonesia sebenarnya memiliki modal besar untuk menjadi negara maju, mulai dari posisi strategis di kawasan Indo-Pasifik, kekayaan alam, bonus demografi, hingga stabilitas nasional. Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana mengonversi seluruh potensi tersebut menjadi kesejahteraan yang merata.

Di akhir kuliah umum, AHY berpesan kepada para Praja IPDN selaku calon birokrat masa depan untuk bersiap menjadi motor penggerak pemerataan pembangunan di daerah.

"Kalian akan berada di garis depan pemerintahan Indonesia. Di tangan kalian, pembangunan tidak hanya direncanakan, tetapi diwujudkan," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat