Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kemenperin: Banyak Usaha Kreatif Gagal karena Salah Membaca Kebutuhan Pasar

Kemenperin: Banyak Usaha Kreatif Gagal karena Salah Membaca Kebutuhan Pasar Kredit Foto: TACO

Kemenperin mencatat, berbagai studi bisnis global menunjukkan bahwa kurangnya pemahaman terhadap kebutuhan pasar menjadi salah satu penyebab utama kegagalan usaha. Kondisi ini menunjukkan bahwa banyak pelaku usaha masih membutuhkan pendampingan dalam aspek pengembangan bisnis, pemasaran, hingga perluasan jaringan usaha meskipun telah memiliki produk yang inovatif.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemenperin melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) secara rutin menyelenggarakan program pembinaan bagi pelaku industri kreatif. Salah satunya melalui workshop Creative Talk bertema “Consumer Behavior: Memahami Konsumen untuk Mengembangkan Bisnis Kreatif” yang digelar di Badung, Bali, pada 11 Juni 2026.

Baca Juga: Kemenperin Soroti Tantangan Besar Jelang Wajib Halal Tahap II

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek penting dalam memahami perilaku konsumen, mulai dari identifikasi kebutuhan dan kebiasaan konsumen, faktor yang memengaruhi keputusan pembelian, penyusunan nilai tambah produk, hingga strategi pemasaran yang sesuai dengan target pasar.

Kepala BPIFK Dickie Sulistya Aprilyanto mengatakan, pemahaman terhadap perilaku konsumen merupakan langkah awal yang sangat penting dalam membangun strategi bisnis yang tepat.

“BPIFK berkomitmen menjadi mitra bagi pelaku industri kreatif untuk meningkatkan kapasitasnya, mulai dari pengembangan produk hingga penyusunan strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” kata Dickie.

Melalui berbagai program pembinaan tersebut, Kemenperin berharap pelaku industri kreatif nasional semakin adaptif terhadap perkembangan pasar, mampu meningkatkan nilai tambah produk, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing di pasar domestik maupun global.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman