Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Firdaus Oiwobo Bongkar Tabiat Roy Suryo, 'Perkara Telur Diumpetin di Kamar Biar Tidak Diambil Sopir'

Firdaus Oiwobo Bongkar Tabiat Roy Suryo, 'Perkara Telur Diumpetin di Kamar Biar Tidak Diambil Sopir' Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengacara Firdaus Oiwobo melontarkan tudingan miring terhadap mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo.

Firdaus membeberkan pengakuan mengejutkan dari seorang pria bernama Agam, yang mengklaim sebagai mantan sopir pribadi Roy Suryo yang kini telantar dan telah ditampungnya dan saat ini bekerja dengannya.

Melalui sebuah pernyataan video, Firdaus mengkritik keras sikap Roy Suryo yang selama ini kerap menyuarakan isu keadilan sosial dan membela hak-hak rakyat di ruang publik.

"Kali ini saya ingin mengupas tipis-tipis tentang bagaimana Roy Suryo menjadikan rakyat itu sengsara. Beliau punya driver yang setiap hari mengabdi padanya, menemani ke mana-mana untuk podcast, tapi saat istrinya sedang mengandung berat dan ingin melahirkan, malah dipaksa keluar tanpa sebab," ujar Firdaus Oiwobo.

Dalam dialog tersebut, Agam menceritakan awal mula dirinya bekerja setelah dihubungi oleh istri Roy Suryo, Ririn.

Selama tiga bulan bekerja dengan upah Rp2,5 juta per bulan, Agam mengaku dibebani tugas tambahan untuk merawat sekitar 15 ekor kucing peliharaan jenis persia serta mengurus belasan mobil di kediamannya di Bintaro, Tangerang.

Konflik memuncak ketika Agam meminta izin libur karena istrinya yang berada di kampung halaman sudah memasuki masa kritis menjelang persalinan. Pihak majikan memperbolehkan libur, namun tetap mewajibkan Agam membersihkan kandang dan memandikan kucing-kucing tersebut terlebih dahulu.

"Saya berdebat masalah itu. Saya bilang, kalau saya sudah minta libur, masa saya disuruh kerja juga ngurusin kucing? Sama aja bohong. Akhirnya dipicu debat itu, saya diusir oleh bapak (Roy Suryo)," kata Agam.

Keributan dilaporkan terjadi pada pagi harinya, Agam mengaku sempat bertahan di pos pengamanan karena menolak pergi sebelum sisa gajinya dibayarkan secara tunai untuk ongkos pulang ke Kebumen, Jawa Tengah.

Namun, Roy Suryo disebut langsung memanggil pihak RT dan sekuriti untuk mengusir paksa dirinya, bahkan hanya memberikan uang Rp100 ribu yang dinilai tidak cukup untuk tiket bus antarkota. Sisa gaji baru ditransfer beberapa jam kemudian setelah Agam meninggalkan kompleks.

Selain masalah pemecatan sepihak, Agam juga mengeluhkan minimnya fasilitas kesejahteraan selama bekerja di rumah pakar telematika tersebut. Ia mengaku tidak pernah diberikan uang makan harian dan hanya dibekali nasi putih tanpa lauk pauk dari dapur rumah.

"Kalau mau makan enak, beli sendiri pakai sistem bon (potong gaji). Selama tiga bulan kerja di sana, ayam pun tidak pernah dibelikan untuk pekerja. Justru pembantunya yang kasihan dan membelikan saya ayam," kenang Agam.

Ia juga menyebut adanya pengawasan CCTV yang ketat, bahkan bahan makanan seperti telur sampai dipindahkan ke kamar pemilik rumah agar tidak diambil pekerja.

Kini, Agam telah diangkat oleh Firdaus Oiwobo menjadi sopir pribadinya yang keempat untuk mengurus kendaraan operasional. Di akhir pernyataan, Agam memberikan pesan mendalam untuk mantan majikannya yang saat ini sedang mendekam di tahanan Polda Metro Jaya.

"Pesan saya jangan zalim sama orang kecil. Kerjanya bapak diurusin lah, kasihan entah sopir entah pembantu, karena kita sama-sama manusia. Mungkin hanya beda jabatan saja, tapi di mata Allah kita semua sama," pungkas Agam.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: