Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Daihatsu Ungkap Strategi Jaga Performa Penjualan di Tengah Tekanan Ekonomi

Daihatsu Ungkap Strategi Jaga Performa Penjualan di Tengah Tekanan Ekonomi Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah tekanan ekonomi global dan domestik serta kenaikan suku bunga acuan, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengungkap sejumlah strategi untuk menjaga performa penjualan tetap stabil.

Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, mengatakan bahwa kunci menjaga daya beli konsumen tidak hanya bertumpu pada harga kendaraan atau kondisi makroekonomi jangka pendek.

Menurut dia, pendekatan yang digunakan adalah melihat total biaya kepemilikan atau total cost of ownership, mulai dari proses pembelian, perawatan, hingga nilai jual kembali kendaraan.

“Jadi kami melihatnya dari total cost of ownership, bukan hanya pada saat beli saja,” ujar Sri Agung di Depok, Jawa Barat, Minggu (21/6/2026).

Ia menjelaskan, dalam aspek pembelian, Daihatsu bersama sejumlah mitra pembiayaan berupaya memberikan berbagai kemudahan kepada konsumen melalui skema kredit yang lebih fleksibel. Sementara di sisi purna jual, perusahaan juga memperkuat layanan perawatan dengan penyediaan suku cadang yang lebih terjangkau untuk kebutuhan perawatan rutin maupun komponen utama.

Tak hanya itu, Daihatsu juga memperkuat ekosistem nilai jual kembali kendaraan melalui kerja sama trade-in dan replacement dengan platform jual beli mobil bekas OLX Mobi, yang menjadi bagian dari rantai layanan (faring chain) perusahaan.

Di sisi lain, Sri Agung menyebut struktur pasar Daihatsu juga masih ditopang oleh pembeli mobil pertama (first car buyer) yang mencapai sekitar 65 persen. Sementara itu, pembeli mobil kedua atau second buyer serta pelanggan fleet berkontribusi sekitar 35 persen.

Baca Juga: Daihatsu Buka Kumpul Sahabat 2026 di Depok, Bidik Penguatan Relasi dengan Komunitas dan UMKM

“Kalau fleet kurang lebih secara total penjualan meningkat, tadinya 15 persen sekarang 19 persen,” kata dia.

Menurutnya, kontribusi dari segmen fleet, pembelian ulang, dan pelanggan korporasi turut membantu menjaga stabilitas penjualan di tengah perubahan kondisi pasar.

Sementara itu, dari sisi industri pembiayaan, Daihatsu menilai dampak kenaikan suku bunga terhadap kredit kendaraan masih dalam tahap pemantauan. Hal ini karena setiap perusahaan pembiayaan memiliki sumber pendanaan dan strategi yang berbeda-beda, sehingga efeknya ke konsumen tidak seragam.

“Biasanya mereka masih punya kecukupan, lending rate belum tentu langsung terdampak,” ujar Sri Agung.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman