Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dituduh Candu Kekuasaan, Golkar Semprot PDIP: Politik Dua Kaki Tidak Elegan!

Dituduh Candu Kekuasaan, Golkar Semprot PDIP: Politik Dua Kaki Tidak Elegan! Kredit Foto: Andi Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketegangan politik antara Partai Golkar dan PDI Perjuangan (PDIP) kembali memanas. Di tengah dinamika nasional yang masih dipenuhi tantangan ekonomi dan geopolitik, kedua partai saling melontarkan pernyataan keras terkait posisi politik masing-masing terhadap pemerintahan.

Kali ini, Ketua DPP Partai Golkar Mukhamad Misbakhun mengingatkan seluruh elite partai politik agar menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik. Ia menekankan pentingnya menjaga suasana tetap kondusif dan tidak memicu eskalasi sosial maupun politik melalui narasi yang dinilai provokatif.

Menurut Misbakhun, para elite politik memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi dan keteladanan bagi masyarakat.

"Tugas seluruh elit politik adalah memberi keteladanan, menghadirkan solusi, serta menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan politik sesaat," kata Misbakhun dalam keterangannya, dikutip dari Antara, Senin (22/6/2026).

Misbakhun juga menyoroti sikap partai politik yang menurutnya tidak menunjukkan posisi yang jelas. Ia menilai tidak tepat jika sebuah partai menikmati keuntungan politik dari keberhasilan pemerintah, tetapi mengambil jarak ketika muncul persoalan.

Baca Juga: Diserang Parpol Lain, PDIP Balas Pedas: Mau Indonesia Jadi Korea Utara?

"Tidak bisa satu pihak mengambil poin dari program pemerintah yang bagus, tetapi mengambil jarak dan mengkritik keras ketika ada program pemerintah yang sedang bermasalah. Posisi politik dua kaki seperti itu tidak elegan," ujarnya.

Menurutnya, sistem politik Indonesia memang tidak mengenal oposisi formal seperti di sejumlah negara lain. Meski begitu, setiap partai tetap perlu menunjukkan sikap yang konsisten, apakah berada di dalam pemerintahan atau memilih berada di luar pemerintahan.

Misbakhun juga mengajak seluruh partai politik untuk mengedepankan semangat kerja sama dibanding saling menyerang. Ia menilai persoalan bangsa tidak dapat diselesaikan hanya dengan menyalahkan pihak lain.

"Politik berwawasan kebangsaan, yaitu politik yang memprioritaskan kepentingan nasional daripada kepentingan politik praktis yang populis," tambahnya.

Pernyataan Misbakhun ini muncul setelah Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus sebelumnya melontarkan sindiran keras kepada Golkar. Deddy menilai Golkar selalu ingin berada di lingkar kekuasaan, baik saat menang maupun kalah dalam pemilu.

"PDI Perjuangan bukanlah partai seperti Golkar yang kalah atau menang tetap ingin ikut berkuasa. Kami tidak memiliki bakat candu kekuasaan, seolah tanpa berkuasa akan mati atau tidak berkembang," kata Deddy dalam keterangannya, dikutip Minggu (21/6/2026).

Baca Juga: Jokowi Harap Prabowo-Gibran 2 Periode, Ini Kata PAN

Meski mengkritik, Deddy menegaskan PDIP tetap menghormati partai-partai yang memilih bergabung dengan pemerintahan. Karena itu, ia berharap penghormatan yang sama juga diberikan kepada partainya yang memilih berada di luar kabinet.

"Kami menghormati partai-partai yang berada di pemerintahan dan sudah sepantasnya Golkar juga menunjukkan sikap yang sama kepada pihak yang berada di luar pemerintahan," ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri