Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dalam Waktu 96 Jam, PLN Sudah Empat Kali Minta Maaf atas Pemadaman Bergilir di Jawa

Dalam Waktu 96 Jam, PLN Sudah Empat Kali Minta Maaf atas Pemadaman Bergilir di Jawa Kredit Foto: PT PLN (Persero)
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT PLN (Persero) tercatat telah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat sebanyak empat kali dalam kurun waktu 96 jam atau empat hari terakhir. Langkah tersebut dilakukan menyusul menurunnya kualitas suplai kelistrikan di Pulau Jawa yang memicu pemadaman bergilir di sejumlah wilayah.

Permintaan maaf pertama disampaikan pada Jumat siang, 19 Juni 2026, melalui Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto. Dalam keterangan resminya, PLN menjelaskan bahwa perusahaan terpaksa melakukan manajemen beban secara terbatas akibat kendala teknis operasional serta gangguan pada dua unit pembangkit besar yang menurunkan kemampuan pasokan sistem.

“PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan segera dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan sistem,” ujarnya.

Permintaan maaf kedua disampaikan pada Jumat malam di hari yang sama oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, di Kantor Pusat PLN. Ia menyampaikan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh persoalan pasokan energi primer, khususnya terkait kontrak dan distribusi medium rank coal atau batu bara kalori menengah.

Ia juga merinci sejumlah pembangkit yang terdampak, di antaranya PLTU Pelabuhan Ratu, Lontar, Labuan, Suralaya 1–8, Jawa 7, Jawa 9 dan 10, serta PLTU Indramayu di wilayah Jawa bagian barat. Sementara di Jawa bagian timur, gangguan terjadi pada PLTU Paiton 1, 2, dan 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan, hingga PLTU Tanjung Awar-Awar.

Selain itu, terdapat dua pembangkit besar milik Independent Power Producer (IPP) yang mengalami gangguan teknis sehingga keluar dari sistem kelistrikan. “Untuk itu, sekali lagi kami mohon maaf sebesar-besarnya atas gangguan yang mengakibatkan pemadaman bergilir di Pulau Jawa. Kami bekerja all out, siang dan malam agar semua gangguan ini bisa segera terselesaikan,” kata Darmawan.

Permintaan maaf ketiga disampaikan pada Minggu malam, 21 Juni 2026, saat pemantauan di Unit Pusat Pengatur Beban (UP2B) Cinere, Jawa Barat. PLN melaporkan bahwa satu dari dua pembangkit besar yang sempat terganggu telah berhasil disinkronkan kembali ke sistem pada pukul 18.00 WIB.

Meski demikian, Darmawan kembali menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas pemadaman bergilir yang terjadi. “Kami juga ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan masyarakat karena terjadi pemadaman bergilir pada minggu lalu,” ucapnya di lokasi tersebut.

Permintaan maaf keempat kembali disampaikan pada Senin, 22 Juni 2026, di Istana Kepresidenan Jakarta. Ia menyatakan bahwa pasokan energi primer yang sesuai spesifikasi untuk pembangkit PLN maupun IPP mulai mengalir sejak pekan lalu.

Baca Juga: PLN Minta Maaf dan Buka-bukaan Soal Penyebab Terjadinya Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Baca Juga: Utang PLN ke Pemasok Energi dan Vendor Tembus Rp70,94 Triliun di 2025

Ia menegaskan bahwa PLN tengah melakukan perbaikan tata kelola rantai pasok serta pemantauan sistem selama 24 jam penuh dalam tujuh hari.

"Sekali lagi kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan masyarakat karena minggu lalu terjadi gangguan pemadaman bergilir. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar upaya all out dari kami ini dapat dimudahkan dan berjalan dengan lancar,” tutur Darmawan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra