Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Lagi, Pasien Ebola Kedua Diduga Masuk ke Israel

Lagi, Pasien Ebola Kedua Diduga Masuk ke Israel Kredit Foto: Reuters/Amir Cohen
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Kesehatan Israel melaporkan adanya kasus suspek Ebola kedua di negara tersebut yang melibatkan seorang warga yang baru kembali dari Republik Demokratik Kongo. Kasus ini masih dalam tahap pemeriksaan laboratorium dan belum dapat dipastikan sebagai infeksi Ebola.

Dalam pernyataan resmi pada Minggu (21/6/2026), Kementerian Kesehatan Israel menyebutkan bahwa pasien tersebut baru kembali dari Republik Demokratik Kongo Democratic Republic of the Congo dua hari sebelumnya. Tak lama setelah tiba, pasien mencari perawatan medis karena mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, dan diare.

“Kasus tersebut masih berupa dugaan. Tes sedang dilakukan dan hasilnya diperkirakan keluar dalam beberapa hari mendatang,” demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Israel yang dikutip dalam laporan tersebut.

Pasien saat ini telah ditempatkan dalam ruang isolasi sesuai protokol penanganan penyakit menular berbahaya. Ia sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Sheba Tel Hashomer Medical Center, yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan utama untuk kasus penyakit infeksi serius di Israel.

Kasus ini merupakan suspek Ebola kedua yang dilaporkan Israel dalam waktu berdekatan. Sehari sebelumnya, otoritas kesehatan setempat juga melaporkan kasus serupa pada seorang pasien lain yang menunjukkan gejala awal yang mengarah pada dugaan infeksi virus tersebut.

Hingga kini, belum ada satu pun kasus Ebola yang terkonfirmasi di Israel. Otoritas kesehatan menegaskan bahwa semua kasus yang dilaporkan masih berada pada tahap dugaan dan menunggu hasil uji laboratorium yang diperkirakan keluar dalam waktu sekitar 48 jam.

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia World Health Organization sebelumnya telah menetapkan wabah Ebola yang terjadi di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai keadaan darurat kesehatan. Situasi tersebut juga dinilai memiliki risiko penyebaran ke negara lain, meski tingkat ancamannya bervariasi di tiap kawasan.

Selain di Republik Demokratik Kongo, kasus Ebola juga dilaporkan di Uganda Uganda. WHO menilai potensi penyebaran di kawasan tersebut masih tergolong tinggi sehingga diperlukan kewaspadaan dan pengawasan ketat dari otoritas kesehatan negara-negara terkait.

Baca Juga: PKB Minta Kejelasan Posisi PDIP yang 'Abu-Abu', AHY Juga Beri Respons

Kementerian Kesehatan Israel, yang juga merujuk pada laporan awal dari kantor berita RIA Novosti, menegaskan bahwa pasien telah ditangani sesuai prosedur penyakit menular berbahaya. Sementara itu, pemantauan ketat terus dilakukan sambil menunggu hasil akhir laboratorium untuk memastikan apakah kasus tersebut benar-benar Ebola atau bukan.

Hingga saat ini, otoritas kesehatan Israel masih berada dalam status siaga terbatas terhadap potensi masuknya penyakit tersebut, sembari menekankan bahwa semua prosedur isolasi dan pengendalian infeksi telah dijalankan sesuai standar.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: