Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Demo Putih MBG di Monas, Netizen Bongkar Dugaan Bayaran Rp50 Ribu

Demo Putih MBG di Monas, Netizen Bongkar Dugaan Bayaran Rp50 Ribu Kredit Foto: Akun X @@Ika_mayl
Warta Ekonomi, Jakarta -

Platform X tengah menyoroti gelombang dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang muncul di berbagai kota, termasuk Jakarta hingga Medan.

Seorang netizen dengan akun @bismillah***** menuding aksi di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026), sebagai demo tandingan yang pesertanya dibayar Rp50.000 per orang untuk uang transportasi.

"Bakalan ada aksi #demo tandingan lagi dari buzzer bayaran pemerintah hari Senin 22 Juni di Monas. Mereka dibayar Rp 50.000 untuk uang transport. UANG PAJAK KITA DIPAKE BUAT BAYAR BUZZER PEMERINTAH. Ga rela banget!!" tulisnya di akun X pribadinya pada Sabtu (20/6), dikutip Senin (22/6).

Unggahan tersebut juga menyertakan pesan WhatsApp undangan aksi damai MBG di Monas. Peserta diminta absen pukul 11.00–12.00 WIB, berpakaian putih, dan dijanjikan uang transport Rp50.000.

Seperti diketahui, pada Senin (22/6/2026)  Aliansi Warga Jakarta memang menggelar aksi di Monas. Massa mengenakan kaus putih, terdiri dari remaja, ibu-ibu, hingga anak-anak. Mereka menuntut agar program MBG tetap dilanjutkan pemerintah.

Koordinator aksi, Yadi, menegaskan bahwa program MBG berjalan baik di Jakarta dan harus diteruskan. 

"Jadi kami ada beberapa hal, salah satunya adalah mendukung program pemerintah, yaitu program MBG. Kenapa? Karena kami melihatnya, kalau di Jakarta ya, di Jakarta itu berjalan dengan baik gitu lho, lancar tanpa ada sesuatu kendala apa pun," kata dia.

Selain itu, massa juga menuntut pemerintah segera menindak kasus korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjerat mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, dengan dugaan kerugian sekitar Rp70 triliun.

Baca Juga: Imbas Libur Sekolah, 305 Dapur MBG di Tangerang Setop Operasi dan 'Puasa' Anggaran

Baca Juga: Dana Besar MBG Diarahkan ke Bumil, Cak Imin Yakin Anak SD-SMP Tetap Kebagian

"Namun terkait dengan beberapa permasalahan yang sudah beredar, apalagi eks kepala BGN ya yang ditangkap, itu kan secara personal yang merugikan kita rakyat, kurang lebih Rp 70 triliun ya, gitu lho," ucap dia. 

"Nah, terkait semua itu makanya tuntutannya: koruptor wajib ditangkap. Akan tetapi, untuk program MBG harus dilanjutkan sesuai dengan program pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak kita," tambah Yadi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya