Pemerintah Turun Gunung, Ini Jurus Prabowo Hadapi Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Presiden Prabowo Subianto akhirnya turun tangan langsung menyikapi pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa dalam beberapa waktu terakhir. Ia memanggil jajaran Direksi PT PLN (Persero) bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk membahas langkah penanganan cepat dan terukur.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah bersama PLN telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas pasokan listrik nasional, terutama terkait ketersediaan batu bara untuk pembangkit.
Baca Juga: Roy Suryo Minta Tak Dipenjara di Kasus Ijazah Jokowi: Bukan Koruptor, Hanya Perkara Ringan
Menurut Bahlil, kebutuhan batu bara PLN mencapai sekitar 154 juta ton per tahun. Sementara itu, penugasan pasokan kepada perusahaan tambang nasional mencapai 180–190 juta ton, dengan kontrak aktif sekitar 134 juta ton.
“Secara kontrak sebenarnya tidak ada masalah. Namun PLN mengeluhkan kebutuhan kalori batu bara untuk proses blending,” ujar Bahlil, dikutip Selasa (23/6).
Ia menegaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah korektif untuk memastikan pasokan energi primer tetap stabil dan tidak mengganggu layanan listrik kepada masyarakat.
Bahlil juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah membentuk tim khusus pengadaan batu bara yang melibatkan PLN, Direktorat Jenderal Minerba, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hingga Inspektorat Jenderal. Tim ini bertugas memastikan rantai pasok energi berjalan transparan dan terkontrol.
“Kalau tidak diawasi, kita tidak mau kejadian seperti ini terulang. Maka dibentuk tim untuk pengadaan dan pengawasan,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga meminta PLN melakukan perawatan (maintenance) sistem pembangkit secara menyeluruh agar tidak terjadi gangguan teknis yang berdampak pada masyarakat.
Bahlil menegaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan instruksi agar seluruh kementerian dan lembaga terkait segera melakukan langkah cepat dan terukur untuk menjamin keandalan listrik nasional.
“Arahan Bapak Presiden Prabowo adalah memastikan langkah-langkah percepatan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.
Baca Juga: Dibongkar Media Israel, Trump Diam-diam Ingin Gulingkan Netanyahu usai Ganggu Negosiasi Iran-Amerika
Pertemuan tersebut sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mempercepat hilirisasi sektor energi, serta memastikan layanan listrik yang andal sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi Indonesia ke depan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar