Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sempat 'Deg-degan' Baca Medsos, Menkeu Purbaya Lega Lihat Kredit Bank Tumbuh 12 Persen

Sempat 'Deg-degan' Baca Medsos, Menkeu Purbaya Lega Lihat Kredit Bank Tumbuh 12 Persen Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi makroekonomi nasional saat ini tidak seburuk perkiraan banyak pihak. Berbagai indikator utama menunjukkan aktivitas ekonomi domestik tetap berjalan dengan baik di tengah ketidakpastian global.

Purbaya mengakui dirinya sempat merasa khawatir terhadap berbagai keluhan mengenai pelemahan ekonomi yang ramai disuarakan masyarakat di media sosial. Otoritas kementerian kemudian mencermati sejumlah data perbankan hingga indeks belanja untuk memastikan kebenaran persepsi tersebut.

“Saya juga tadinya deg-degan, apakah betul keluhan yang disuarakan di banyak medsos itu berdasar?” ujar Purbaya Yudhi Sadewa.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Purbaya saat menghadiri rapat kerja bersama Komite IV DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (22/6/2026). Hasil evaluasi data menunjukkan aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat justru tetap bergerak serta mulai mengalami perbaikan.

“Di tengah gejolak global, hampir seluruh dunia juga menghadapi tekanan, namun kinerja ekonomi Indonesia masih lebih baik dibanding beberapa negara peers. Hal ini ditunjukkan dari pertumbuhan yang kuat dan inflasi yang masih relatif terkendali,” paparnya.

Purbaya menjelaskan bahwa indikator pertumbuhan ekonomi nasional ditopang oleh kinerja sektor kredit perbankan yang tumbuh signifikan. Sektor manufaktur dalam negeri juga mulai menunjukkan pemulihan performa pada periode bulan lalu.

“Kredit angka akhir tumbuhnya hampir 12 persen di bulan Mei, jadi memang ekonomi masih berjalan. Jadi angka itu bukan angka yang dibuat oleh pemerintah, itu kan data dari perbankan. Jadi pertumbuhan ekonomi yang kuat, yang masih kuat, ini menunjukkan memang ada betul-betul perbaikan di perekonomian,” tukas dia.

Pemulihan aktivitas manufaktur tersebut tecermin dari angka Purchasing Managers' Index (PMI) Indonesia yang kembali menyentuh level netral. Selain itu, indeks belanja masyarakat tercatat menunjukkan tren kenaikan yang konsisten dari bulan ke bulan.

“PMI sekarang sudah di level 50 lagi. Memang masih pas di batas ekspansi, tetapi trennya sudah mulai berbalik naik,” lanjut Menkeu.

Kementerian Keuangan mencatat Money Spending Index masyarakat saat ini telah berhasil menyentuh posisi level 123,2. Realisasi angka tersebut menunjukkan adanya perbaikan daya beli yang nyata di tengah masyarakat.

“Kalau kita lihat yang berwarna biru tebal itu Money Spending Index, sekarang terakhir di level 123,2. Trennya naik terus dari bulan ke bulan. Jadi memang ada perbaikan yang riil di daya beli masyarakat,” tukas Purbaya.

Baca Juga: Purbaya Sebut Harga Pertamax Bakal Segera Turun

Pihak kementerian menegaskan bahwa seluruh perbandingan data terbukti selaras dengan kondisi riil di lapangan. Ketahanan ekonomi domestik diproyeksikan akan tetap terjaga dengan baik hingga akhir tahun.

“Jadi kita kalau melihat data, lihat data PDP, kita bandingkan dengan data-data yang lain, inline apa enggak. Sepertinya sekarang masih inline,” lanjut Menkeu.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: