Usai Diprotesi Keras, Amerika Beri Kelonggaran untuk Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Kredit Foto: Istimewa
Pemerintah Amerika Serikat (AS) akhirnya memberikan kelonggaran bagi Tim Nasional Iran menjelang laga terakhir fase grup Piala Dunia 2026. Setelah sebelumnya mendapat perlakuan berbeda dibanding peserta lain, Timnas Iran kini diizinkan memasuki Seattle dua hari sebelum pertandingan melawan Mesir.
United States Department of Homeland Security (DHS) mengatakan bahwa tim berjuluk Team Melli diperbolehkan tiba di Seattle dua hari sebelum pertandingan pada 26 Juni 2026. Meski demikian, mereka tetap diwajibkan kembali ke markas mereka di Tijuana setelah pertandingan selesai.
Baca Juga: Pemerintah Turun Gunung, Ini Jurus Prabowo Hadapi Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa
"Menjelang pertandingan di Seattle pada 26 Juni, tim Iran akan diizinkan datang dua hari sebelum laga. Namun mereka tetap diminta meninggalkan Amerika Serikat pada malam setelah pertandingan berakhir," ujar Juru Bicara DHS, dikutip dari NBC News, Rabu (24/6).
Sebelumnya, skuad Iran hanya diberikan waktu masuk 24 jam sebelum pertandingan dan diwajibkan meninggalkan wilayah AS segera setelah laga usai.
Pemerintah AS menyebut keputusan itu diambil demi memastikan penyelenggaraan Piala Dunia berjalan aman dan fokus tetap tertuju pada pertandingan sepak bola.
"Presiden ingin memastikan bahwa perhatian utama tetap pada apa yang terjadi di lapangan. Kami juga harus memastikan keamanan di sekitar stadion, pusat latihan dan base camp," lanjut pernyataan DHS.
Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Iran berencana mengajukan protes resmi kepada FIFA terkait perlakuan yang dianggap tidak adil selama turnamen berlangsung di Amerika Serikat.
Timnas Iran mengeluhkan harus bolak-balik dari Tijuana ke lokasi pertandingan di AS dalam waktu singkat, sementara 47 tim peserta lainnya diperbolehkan datang lebih awal dan menetap setelah pertandingan untuk pemulihan kondisi fisik.
Bahkan Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei sebelumnya menyebut timnya sebagai "tim yang paling tertindas di seluruh Piala Dunia" akibat pembatasan tersebut.
Iran awalnya dijadwalkan menjalani pemusatan latihan di Tucson. Namun, pada akhir Mei, markas mereka secara mendadak dipindahkan ke Tijuana, Meksiko.
Baca Juga: Roy Suryo dan Dokter Ogah Berdamai dengan Jokowi Meski Ditawari Hukuman Ringan hingga Bebas Penjara
Sejauh ini, Iran berhasil meraih dua hasil imbang dalam dua pertandingan pertama yang digelar di Los Angeles. Mereka masih memiliki peluang lolos ke babak gugur apabila mampu mengalahkan Mesir di Seattle.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: