Diakui Trump, Resolusi Terbaru Jadi Tanda Senat Amerika Lebih Pilih Dukung Iran daripada Dirinya
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh senat secara tidak langsung sudah memilih untuk memberikan dukungan melalui keuntungan kepada Iran. Hal itu setelah mereka meloloskan resolusi yang membatasi kemampuan pemerintahannya untuk melanjutkan operasi militer dari Washington ke Teheran.
Trump menyampaikan kritik keras tersebut setelah senat mengesahkan Resolusi Kekuatan Perang. Menurutnya, keputusan itu mengirimkan pesan yang salah kepada dunia saat pihaknya sedang berupaya menekan Iran.
Baca Juga: Diseret-seret Sony Sanjaya, Nanik S Deyang Akhirnya Masuk Radar Kejaksaan di Kasus Korupsi MBG
"Memberitahu "Sponsor Teror Nomor Satu di Dunia" bahwa senat tidak menyukai apa yang saya lakukan kepada mereka dan saya harus berhenti, yang mana dengan melakukan hal itu telah memberikan bantuan dan dukungan kepada Iran," ujar Trump, dikutip Kamis (25/6).
Trump juga mengaku heran mengapa resolusi tersebut disahkan ketika pemerintahannya tengah sukses menekan Iran. Teheran menurutnya mulai menunjukkan sikap lebih lunak dalam proses negosiasi yang sedang berlangsung di Swiss.
Menurut Trump, resolusi tersebut berpotensi mengurangi tekanan terhadap musuh dan membuat posisinya dalam perundingan menjadi lebih sulit. Resolusi yang disahkan senat itu diketahui menginstruksikan presiden untuk mengakhiri permusuhan terhadap Iran. Ia kini hanya bisa melanjutkan perang jika terdapat persetujuan resmi dari Kongres AS.
Meski dampak praktisnya masih belum jelas karena kedua negara telah mencapai kesepakatan damai sementara, resolusi tersebut dipandang sebagai sinyal kuat bahwa kongres ingin mencegah pecahnya perang baru antara Amerika Serikat dan Iran.
Bagi Trump, langkah itu justru berisiko memberikan ruang bernapas bagi Iran. Apalagi hal ini terjadi ketika pemerintahannya sedang berupaya memperoleh konsesi yang lebih besar dalam negosiasi terkait keamanan dan stabilitas kawasan di Timur Tengah.
Sebelumnya, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengungkapkan hasil besar dari perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss. Ia menegaskan bahwa seluruh tujuan utama dalam negosiasi tersebut telah berhasil dicapai.
Menurut Vance, Amerika Serikat menetapkan empat tujuan utama sebelum memasuki meja perundingan dan seluruhnya kini telah membuahkan hasil awal yang signifikan. Meski demikian, Vance menegaskan bahwa kesepakatan akhir belum tercapai.
Baca Juga: Tak Ditahan Soal Ijazah Jokowi, Roy Suryo Berpeluang Aman untuk Pergi ke Luar Negeri
“Ini baru fondasi. Kami belum membangun rumahnya. Tapi kami sudah berada di jalur yang tepat,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: